Minggu, 22 April 2018 | 18:26
25

Pererat Toleransi dalam Kehidupan

PAGELARAN Pawai Paskah BPP Pemuda GMIT yang-19 tahun ini, Senin (6/4) berlangsung meriah. Sebanyak 118 peserta sudah memadati ruas Jalan El Tari sejak pagi hari.  Para peserta yang terlibat di antaranya 61 peserta dari Pemuda GMIT, 11 pemuda denominasi, tujuh perwakilan klasis wilayah Amarasi, TTS, dan TTU, delapan dari komunitas, empat perwakilan sosial budaya (etnis), serta 26 peserta swasta dan umum.

 
Beberapa peserta yang cukup menarik yakni dari Klasis Amanatun Utara, kabupaten TTS dengan menampilkan tarian khas Bonet dan menggunakan parang lalu menyajikan tarian dengan penuh semangat kepada segenap penonton yang memadati sisi jalan.

 
Sementara  perwakilan Jemaat Ko’ef Kokbaun Klasis Amanatun Utara dengan membawakan tarian Likurai dengan menabuh genderang menyambut para penonton yang menyaksikan pawai paskah tersebut. Peserta lainnya yang tak kalah menarik yakni penampilan Execio Terompet dari Ambon-Maluku yang mebawakan lagu-lagu rohani.

 

Perwakilan dari sosial budaya yang turut berpartisipasi yakni Reong Ponorogo, Perwakilan Keluarga Batak di Kupang, Pewakilan Pemuda Hindu-Dharma, serta beberapa perwakilan etnis yang sangat menghibur masyarakat. Sementara itu, para peserta yang baru saja bergabung dalam pawai paskah tahun ini diantaranya perwakilan instansi swasta BPR TLM, perwakilan Komunitas Lopo Belajar Gender, dan beberapa peserta lainnya.

 
Puluhan ribu warga Kota Kupang turun ke jalan menyaksikan arak-arakan pawai yang berakhir di GMIT Talitakumi, Pasir Panjang sekitar pukul 19.00 Wita. Pawai Paskah itu merupakan bukti keragaman di NTT adalah kekuatan yang bisa mempererat toleransi dalam kehidupan bersama.

 

Namun demikian, panitia diimbau untuk lebih kreatif, sehingga tidak terkesan hanya sekadar iring-iringan pawai dengan memperagakan berbagia kisah dalam Alkitab. Panitia bisa menyiapkan kegiatan Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) sebagai puncak dari pawai kemenangan tersebut.

 
Demikian harapan warga yang dirangkum VN, usai menyaksikan jalannya pawai Paskah. Salah seorang warga Nicky Uly mengatakan, dirinya telah menyaksikan pawai Paskah setiap tahun, dan tentunya dari tahun ke tahun terjadi perubahan.

 
“Peserta tahun ini jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sebab hanya 118 peserta saja. Sementara dibanding dua tahun lalu jumlahnya mendekati 300 peserta. Namun demikian bukan berarti makna Paskah semakin berkurang. Semua peserta pawai Paskah harus selalu mengutamakan tujuan utama yakni meningkatkan iman kepada Tuhan,” ujarnya.

 
Warga lainnya Indah Radja menilai perayaan moment Paskah dengan puncaknya perayaan pawai Paskah tidak dijadikan sebagai moment tahunan untuk sekadar turut meramaikan Paskah. Namun, semua proses itu harus dimaknai sebagai tanda kemenangan dan kelahiran baru bagi setiap umat Kristiani.

 
“Mungkin setiap tahunnya perayaan tersebut berlangsung sama dengan peserta yang sebagian besar dari gereja dan instansi yang sama pula, namun pawai itu jangan dijadikan sebagai agenda tahunan, namun lebih dari pada itu, sebagai wujud kebersamaan dan saling toleransi dalam menjaga dan mempererat hubungan antar umat beragama di NTT,” ujarnya.

 
Jangan Sekadar Pawai Adrian Ndeon menambahkan, animo masyarakat yang menyaksikan pawai Paskah dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Karena itu, Adrian mengimbau supaya panitia lebih kreatif dalam menyuguhkan acara di sela-sela kegiatan pawai tersebut.

 
Selain animo penonton yang menurun, para peserta yang ikut dalam pawai tersebut juga mengalami pengurangan dari tahun ke tahun. Dalam konteks itu, kata Adrian, panitia perlu memikirkan tambahan acara yang dapat menarik perhatian umat Kristiani khususnya di Kota Kupang, dalam perayaan Paskah.

 
Sementara Roky Tabun mengharapkan supaya Pemkot Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT terus mendukung kegiatan tersebut. Dan bagi panitia, perlu dilakukan inovasi sehingga masyarakat yang menyaksikan pawai tersebut tidak hanya terhibur tapi mendapat berkat rohani.  “Perlu ide-ide baru supaya tidak terjadi kebosanan bagi peserta maupun penonton,” kata Roky. (mg-04/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz