Jumat, 27 April 2018 | 08:52
20

Perempuan Lawan Korupsi

KASUS korupsi yang terus meningkat membutuhkan upaya pencegahan yang terstruktur, dan masif. Karena itu, perempuan memiliki peran yang strategis, baik sebagai ibu maupun istri untuk mencegah terjadinya praktik korupsi khususnya di Provinsi NTT.

 
Penegasan itu dikemukakan Koordinator Lapangan (Korlap) kampanye Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) NTT Yeditiyah Mella, saat pelaksanaan kampanye gerakan SPAK yang memanfaatkan hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di Jalan El Tari Kupang, Sabtu (25/4).

 
Menurut Yeditiyah, kegiatan kampanye tersebut digelar dalam rangka menyosialisasikan kepada perempuan NTT agar mampu menjadi perempuan yang berani, hebat, dan jujur, dalam kehidupan setiap hari, baik itu sebagai seorang ibu rumah tangga, wanita karir, pelajar, maupun remaja calon pemimpin di masa depan. Kegiatan itu pun digelar dalam rangka memperingati tiga perayaan penting yaitu peringatan hari Kartini, HUT Kota Kupang yang ke-19, dan HUT SPAK yang pertama.

Gerakan Bersama Aktivis perempuan antikorupsi Sarah Leri Mboeik, Minggu (26/4) mengatakan, perlawanan terhadap korupsi harus dilakukan secara bersama. Kegiatan pencegahan merupakan salah satu bagian dari upaya melawan praktik korupsi di Indonesia maupun NTT.

 
Namun demikian, Leri Mboeik mengatakan, perlawanan terhadap praktik korupsi harus dilakukan secara bersama-sama, baik itu perempuan maupun laki-laki. Dalam konteks itu, menggalang keberanian untuk melaporkan dugaan praktik korupsi di lingkungan kerja merupakan hal penting yang tak boleh diabaikan.

 
Menurut Leri Mboeik, praktik korupsi merupakan kejahatan kepada kemanusiaan yang patut mendapat perlawanan serius dari semua elemen bangsa. Perempuan merupakan korban dari praktik korupsi.  Karena itu, perempuan patut dan harus terus berjuang melawan praktik korupsi baik yang terjadi di lingkungan kerja maupun di lingkungan sekitar.

 
Disaksikan VN, sekitar 100 perempuan dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan itu. Mereka datang mengenakan baju putih yang bergambar simbol SPAK. Dalam kegiatan tersebut panitia menyediakan potongan-potongan kain putih berukuran 30×40 centi meter. Kain-kain tersebut dibagikan kepada para peserta. Para peserta dipersilahkan menulis apapun yang berhubungan dengan tema “Saya Perempuan Anti Korupsi”.

 
Beramai-ramai mereka menulis berbagai seruan, slogan seperti “Anti korupsi”, “bebas korupsi”, dan lain-lain. Bahkan ada yang menuliskan tulisan kecil “KPK cinta Polri” dan menaruh cap telapak tangan mereka di atas potongan kain tersebut.

 

Kegiatan itu mendapat perhatian masyarakat yang tengah berolahraga dan bersantai saat CFD tersebut.  Bahkan ada yang turut ambil bagian dengan menuliskan di atas kain yang disediakan panitia. Bahkan ada yang memotret hasil karya tersebut. (mg-08/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz