Kamis, 26 April 2018 | 23:29
34

Penyidik Periksa Kontraktor Sanggandolu

PENYIDIK Polres Rote Ndao telah melakukan pemeriksaan terhadap kuasa direktur CV Yanna Yohanis P Reasana di Kupang, pekal lalu. Yohanis diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi proyek pengadaan kapal motor penumpang (KMP) Sanggandolu di Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2011.

 
Demikian disampaikan Kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat melalui Kasat Reskrim AKP Benyamin Nikijuluw yang dihubungi Senin (6/4). Dikatakan Kasat Benyamin, bahwa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Kuasa Direktur CV Yanna Yohanis P Reasana selaku kontraktor pelaksana pekerjaan pengadaan kapal motor Sanggandolu.

 
“Kita sudah selesai memeriksa Yohanis selaku kontraktor pelaksana, sebagai saksi dalam kasus pengadaan kapal motor Sanggandolu. Dia kita tanyakan seputaran kontrak dan dokumen pengadaan dan pelelangan kapal tersebut, dan hal lainnya sesuai tupoksi dirinya selaku kontraktor pelaksana,” ujar Nikijuluw.

 
Menurut Kasat Reskrim, dengan diperiksa yang bersangkutan sebagai saksi, maka berkas kasus tersebut hampir rampung atau sudah mencapai 70 persen. Dijelaskannya, setelah memeriksa kontraktor pelaksana, pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah saksi terkait pengadaaan kapal tersebut.

 
“Sebelumnya kami telah memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK) Silas Monas, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Elisa Suki, dan pihak-pihak lain yang ada kaitannya dalam kasus tersebut. Tidak tertutup kemungkinan untuk diperiksa lagi untuk melengkapi berkas perkaranya,” kata dia.

 
Untuk diketahui, tim ahli perkapalan dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), Minggu, 19 Oktober 2014 mendatangi lokasi kapal motor penumpang (KMP) Sanggandolu didaratkan di PPI Tulandale untuk melakukan penghitungan fisik kapal motor yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi sebuah kapal penumpang dan hasilnya sudah dikirim dan telah diterima atau dikantongi oleh penyidik Polres Rote Ndao.

 
Sekadar diketahui, KM Sanggandolu sejak didatangkan dari Kupang tahun 2011 tak pernah beroperasi. Ketidakberoperasinya kapal itu, diduga kuat selain tidak memiliki dokumen atau surat-surat, juga kapal itu rusak berat sejak didatangkan, karena diduga tidak sesuai spek dan tidak memiliki peralatan navigasi layaknya sebuah kapal.

 
KM Sanggandolu milik Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang dianggarkan pengadaannya tahun 2011 melalui DAK pada Dinas Perhubungan dan Informatika dengan pagu dana Rp 1,8 miliar yang diadakan oleh CV Yanna itu mubazir. Kapal tersebut kini hanya dibiarkan berlabuh di lokasi PPI Tulandale tanpa pernah dioperasionalkan. Bahkan, sebagian bodi kapal sudah mulai rusak akibat tidak ada staf dinas yang melakukan penjagaan dan merawat kapal tersebut. (R-3)

Baca Juga :