Jumat, 20 April 2018 | 16:53
35

Pengelola KIB Harus Jamin Kepastian Lahan

PEMERINTAH Provinsi NTT harus memberikan jaminan kepastian hak atas tanah di Kawasan Industri Bolok (KIB) guna memudahkan para investor memanfaatkan lahan di kawasan itu. Semua lahan di KIB belum bersertifikat. Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD NTT Gabriel Suku Kotan kepada VN, Minggu (26/4), terkait rekomendasi kunjungan kerja Komisi III DPRD NTT ke Jawa Timur, belum lama ini.

 
Dalam kunjungan itu, katanya, tim kunjungan kerja Komisi III DPRD NTT yang meninjau kawasan perindustrian Rangkut, menemukan banyak hal yang mesti dilaksanakan Pemprov NTT dalam mengelola KIB. Salah satunya yang patut dicontoh adalah jaminan kepastian atas lahan di kawasan perindustrian Rangkut. Semua lahan di kawasan itu sudah bersertifikat dan para investor tidak dibebankan urusan-urusan seperti ini.

 
“Model pelayanan seperti ini harus ditiru KIB. Jangankan di KIB, investor yang mau berinvestasi di seluruh NTT, Pemprov NTT harus menjamin tidak masalah lahan,” ujar Suku Kotan. Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, prinsip pemerintah memberikan fasilitas atau kemudahan-kemudahan kepada investor yang serius terhadap urusan apa pun yang menjadi persyaratan dalam
berivestasi.

 
Menurut Suku Kotan, kawasan perindustrian di Rangkut, Jawa Timur, sudah penuh sesak dengan berbagai kegiatan industri. Ini menjadi peluang bagi Pemprov NTT untuk bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur. Lewat kerja sama kedua provinsi ini, katanya, Jawa Timur dapat memfasilitasi para investor yang membangun industri di Rangkut, juga untuk membuka pabrik di Kupang
dengan pangsa pasar Timor Leste dan Australia sebagai negara yang berbatasan langsung dengan NTT.

 
Suku Kotan menerangkan, sebagai gerbang selatan Indonesia, peluang ini harus direbut NTT agar semua ekspor ke kedua negara ini, hanya melalui satu pintu yakni Kupang. Sejauh ini, posisi sebagai gerbang selatan Indonesia, belum memberikan manfaat ekonomis bagi daerah ini. “Semua eskpor, terutama bahan-bahan kebutuhan pokok, misalnya, belum dilakukan dari Kupang.

 
Semua dari Surabaya tembak langsung lewat laut ke Timor Leste,” ujarnya. Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat meresmikan beroperasinya Lippo Plaza Kupang mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya mendatangkan investor guna membangun daerah ini.

 

Pemerintah saja, katanya, tidak cukup membangun daerah ini. Karena itu dibutuhkan keterlibatan dunia swasta. Namun dalam berinvestasi sering ada kendala soal lahan. Sehingga masyarakat diimbau untuk selalu berpikir untuk kepentingan yang lebih besar. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz