Jumat, 20 April 2018 | 17:04
01

Pemkot Tegas Kupang Tertata

TAMPANG kumuh adalah problem umum kota-kota di negara berkembang. Pemandangan berantakan, keelokan rendah, dan bangunan serampangan. Penataan tanpa unsur kerapian, sanitasi, apalagi unsur seni. Jalanan pun rasanya runyam, padat dan sumpek. Alhasil, kota itu tidak memberi kenyamanan dan tidak sehat untuk dihuni.

 
Kota Kupang sejatinya sedang bergumul dengan problem serupa. Rencana pemerintah merelokasi pedagang ikan di Jalan Timor Raya, misalnya, menuai persoalan. Penolakan para pedagang
menguat hingga berujung pada rencana reklamasi dengan penataan ulang biar lebih rapi, enak dipandang dan bersih kendati tetap saja dilematis karena terlanjur menutupi ruang pandang ke laut.

 
Persoalan utama sebetulnya bukan saja pada tenda-tenda yang serampangan dan berjejalnya lapak-lapak pinggir jalan tersebut. Tetapi lebih tepat bila dikatakan terlambatnya pemerintah memikirkan dan mengatur tata ruang kota yang terlanjur sumpek. Bila kita jujur, ada banyak bangunan, perhotelan dan tempat bisnis yang menyalahi tata ruang sepanjang garis pantai.

 
Bila tidak segera dibenahi, maka beberapa tahun kemudian Kupang akan menuai problem besar dengan tata kota. Bersikap lembek dan tolerir terhadap pembangunan gedung atau pusat bisnis yang melanggar tata ruang berarti menjatuhkan kota ini ke dalam masalah besar di tahun-tahun mendatang. Karenanya, perlu mengambil sikap tegas tanpa kompromi ke semua pihak tanpa pandang bulu.

 
Sikap tegas guna menghentikan rencana pembangunan, dari hotel-hotel mewah hingga jualan-jualan kecil dan menengah. Pedagang kecil merasa terusik karena aturan yang sama tumpul terhadap bangunan-bangunan mewah yang juga menyalahi tata ruang. Jadi, kerinduan akan Kota Kupang yang asri, nyaman, bersih, rapi dan beradab akan menjadi mimpi belaka bila pemerintah lembek.

 
Perlu disadari bila laju perkembangan Kota Kupang begitu cepat. Kota yang dulu longgar, kini mulai memadat. Kota yang dulu lengang dan sepi kini mulai bising dan padat oleh kendaraan, bangunan dan pusat-pusat bisnis. Karenanya, tata kota menjadi sebuah keharusan bagi Pemkot; bukan nanti, tetapi sekarang.

 
Perkembangan Kupang rasa tidak selaras dengan keseriusan menata kota. Bila pemerintah tidak konsisten sejak awal maka akan semakin banyak hotel yang dibangun seenaknya di sepanjang bibir pantai. Demikian pun bersikap tolerir akan membiarkan munculnya lapaklapak sepanjang jalan yang sukar diatur. Kota yang tertata baik hanya lahir dari pemerintah yang tegas.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz