Kamis, 26 April 2018 | 23:30
FOTO HAL 7 METRO JALAN EL TARI copy

Pemkot Diminta Berlaku Adil

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang diminta untuk berlaku adil dalam menertibkan para penjual di sepanjang jalan dalam wilayah Kota Kupang. Saat ini, masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang belum ditertibkan. Hal itu disampaikan beberapa warga kepada VN, Sabtu (4/4), di tempat yang berbeda.

 
Martha Kase, seorang warga yang ditemui di bilangan Oebobo, kepada VN mengatakan, Pemkot dalam menegakkan aturannya selalu tebang pilih sehingga masyarakat merasa tidak ada keadilan. Ia mencontohkan, saudaranya yang rencananya berjualan di Jalan El Tari II, akhirnya ditertibkan Pemkot melalui Pol PP.

 

Sementara penjual di depan Pertamina Oebobo tidak ditertibkan. “Jangan hanya ada gigi kalau tidak ada hubungan keluarga dengan penjual, tetapi kalau masih ada hubungan keluarga pasti tidak ditertibkan,” ungkapnya. Martha berharap, ke depannya, pemerintah harus berlaku adil dalam menjalankan aturan yang ada. “Kami masyarakat menunggu janji keadilan dari Pemerintah Kota,” tandasnya.

 
Hal senada disampaikan Amos, seorang warga di Kelurahan Oebufu. Menurut Amos, pemerintah harus tegas tanpa pandang bulu untuk menertibkan kepada para pedagang
kaki lima di sudut-sudut Kota Kupang.

 

Amos mencontohkan,  lapak pedagang di depan Flobamora Mall yang sudah bertahun-tahun namun tidak kunjung ditertibkan. “Jangan hanya bisa janji jika media mempertanyakan, namun dalam pelaksanaannya selalu berlaku tidak adil,” katanya.

 
Ia melanjutkan, masyarakat yang sudah terlanjur ditertibkan pemerintah, merasa bahwa pemerintah hanya mampu menertipkan sebagian lapak untuk pencitraan namun tidak
ada niat untuk menertibkan yang lainnya. “Kalau tidak berlaku adil pasti masyarakat akan bepikir bahwa pemerintah hanya mencari perhatian dengan menertibkan sebagian lapak namun sebenarnya tidak ada niat untuk menertibkan semuanya,” ungkapnya.

 

Ia meminta dengan hormat kepada Wali Kota untuk berlaku adil dalam penertiban,” tandanya. Filipus Nalle juga menyesali janji pemerintah untuk menertibkan penjual di sepanjang Jalan El Tari sejak beberapa tahun yang silam, namun tidak kunjung ada realisasinya. “Pemerintah ini aneh menurut saya, banyak penjual di depan rumah jabatan gubernur namun tidak di tertibkan sedangkan ngotot tertipkan di daerah lain,” katanya.

 
Ia mengatakan, seharusnya jalur El Tari adalah jalur yang harus betul-betul bebas dari PKL namun karena kebijakan pemerintah sehingga belakangan ini semakin menjamurnya para PKL di pinggir jalan tersebut, bahkan trotoar yang seharusnya dipakai untuk pejalan kaki sudah di penuhi dengan meja dan kursi dari penjual.

 

Filipus berharap pemerintah jangan memberikan kebijakan yang tidak merata. “Kalau di depan El Tari ada kebijakan kenapa yang di tempat lain tidak ada kebijakan, apakah penjual di depan El Tari sendiri warga negara atau mereka sendiri yang mempunyai perut untuk mencari makan, harus adil dong,” cetusnya.

 
Sedangkan Wali Kota Kupang Jonas Salean pada bebera kesempatan mengatakan bahwa akan menertibkan para PKL di wilayah kota dan juga menjaga setiap lahan yang kosong di jalur hijau agar tidak lagi dipergunakan warga untuk membangun. (mg-04/S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz