Jumat, 27 April 2018 | 08:42
23

Pemkab Ngada Harus Cari Solusi Atasi Relokasi Pasar

PENOLAKAN sejumlah pedagang untuk pindah dari Pasar Inpres Bajawa ke Bobou dikarenakan minimnya daya beli dan kunjungan pembeli ke Pasar Bobou. Minimnya kunjungan pembeli itu akibat yang letak Pasar Bobou jauh dari pusat pemukiman dan tingginya biaya transportasi. Untuk itu, Pemkab Ngada harus mencari solusi terbaik agar persoalan ekonomi yang dialami para pedagang akibat relokasi pasar tersebut bisa teratasi.

 
Demikian disampaikan Blandina Mamo, anggota DPRD Kabupaten Ngada dalam rapat kerja bersama Pemkab Ngada di ruangan paripurna DPRD Ngada, Selasa (28/4). Menurut Blandina pascarelokasi para pedagang enggan berjualan di Pasar Bobou dan memilih untuk kembali ke lokasi eks Pasar Inpres, dan berjualan di halaman rumah.

 
Fenomena itu, menurutnya, menggambarkan bahwa para pedagang sedang mengalami kesulitan ekonomi jika bertahan di Pasar Bobou. “Mereka tidak mau berjualan di Pasar Boubou karena mereka harus memenuhi kebutuhan ekonomi, seperti biaya hidup dan biaya pendidikan. Sementara para pedagang tidak mengerti tentang kebijakan dan arah pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Ngada. Untuk itu Pemkab harus segera mencari solusi terbaik agar kesulitan yang dialami bisa terselesaikan,” tegas Blandina.

 
Asisten II Setda Ngada Hironimus Reba Watu menjelaskan bahwa tahapan relokasi pedagang dari Pasar Inpres Bajawa ke Pasar Bobou telah dilakukan melalui proses panjang. Tahapan sosialisasi rencana relokasi dilakukan sebanyak empat tahap bersama para pedagang, termasuk tatap muka Bupati bersama pedagang yang akan direlokasi.

 
Setelah direlokasi, kata dia, Pemkab juga melakukan pembebasan biaya sewa lapak dan retribusi sampai dengan saat ini. Selain itu, 388 pedagang yang telah direlokasi juga diberikan penguatan modal melalui Program Perak UMKM sebesar Rp 2,5 juta per pedagang.

 
“Dari tahapan yang telah dilakukan oleh Pemkab, para pedagang  bersedia direlokasi ke Pasar Bobou. Jadi tidak ada persolan terkait relokasi tersebut, jika dilihat dari prosesnya,” ujarnya. Selain itu, tambahnya, pertimbangan relokasi juga didasari oleh beberapa pertimbangan dan kajian yang mendalam, termasuk persoalan kapasitas lahan pasar yang sudah tidak mampu menampung para pedagang di Pasar Inpres dan ada yang sampai berjualan di badan jalan dan trotoar serta lahan parkir. (mg-02/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz