Minggu, 22 April 2018 | 18:24
FOTO HAL 10 PASAR OEBOBO 170415 copy

Pembagian Lapak Pasar Oebobo Diskriminatif

WARGA Kota Kupang yang berprofesi sebagai pedagang di pasar mengeluhkan pembagian lapak pasar yang tidak adil di Pasar Kasih, Naikoten 1, Pasar Oebobo, dan Pasar Kuanino. Pembagian lapak tidak sesuai ketentuan karena lebih banyak dikuasai orang luar.

 
Demikian diungkapkan beberapa pedagang saat serah terima bagunan revitalisasi Pasar Kasih, Oebobo, dan Kuanino di Pasar Oebobo, Kamis (16/4). Merry Balle, salah satu pedagang di Pasar Oebobo mengaku, telah berjualan di Pasar Oebobo sejak tahun 1994, namun tidak mendapatkan lapak jualan di pasar itu.

 

Yang mendapatkan lapak jualan, menurutnya justru orang luar dari Oebobo. “Pembagian lapak ini sangat diskriminatif karena kami, warga Oebobo tidak dapat lapak, sementara orang luar yang menempati lapak jualan itu. Saya berharap pemerintah benar-benar bisa memperhatikan pembagian lapak ini. Bagi yang adil,” ujarnya.

 
Hal senada di ungkapkan oleh Dominikus Boli, pedagang lainnya. Dia mengungkapkan bahwa jika meja jualan di pasar itu tidak cukup, maka barang dagangannya tidak bisa
dtempatkan pada menaj-meja yang disediakn. Karena itu, kata dia, pemerintah harus menyediakan tempat yang lebih layak bagi pedagang.

 
Menanggapi hal itu Wali Kota Kupang Jonas Salean mengatakan, PD Pasar harus memperhatikannya dengan baik, sehingga penempatan meja pedagang harus diisi oleh orang
dalam bukan orang luar. Terkait keamanan, dia berharap agar PD pasar menyiapkan sekuriti. “Kalau tidak ada sekuriti, nanti saya turunkan Pol PP untuk jaga keamanan di
pasar ini,” tegasnya.

 
Dia menjelaskan pula bahwa pembangunan pasar-pasar itu merupakan hasil kerja sama Menteri Perdagangan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, sehingga diharapkan pasar tersebut harus benar-benar di ata dengan baik, untuk menjadi pasar idaman masyarakat.

 
“Pasar Oebobo juga direncanakan menjadi pasar induk, sehingga semua barang akan diturunkan ke pasar ini. Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Kupang
Mesakh R Bailaen saat membacakan laporan pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana perdagangan mengatakan, maksud dan tujuan revitalisasi adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana perdagangan (los atau kios) dalam rangka peningkatan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

 
Selain itu untuk meningkatkan pelayanan dibidang sarana perdagangan khususnya dalam meningkatkan ketersidaan dan kestabilan harga bahan pokok dan penataan pasar tradional dapat lebih tertib, bersih dan tidak terkesan kumuh agar masyarakat konsumen merasa nyaman ketika datang ke pasar seperti layaknya di pasar modern. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz