Minggu, 22 April 2018 | 18:15
Untitled-1 copy

Pembagian Kios Harus Adil

PARA pedagang meminta PD Pasar Kota Kupang, untuk membagi los kios yang dibangun di kompleks Pasar Kasih Naikoten 1 dengan adil. Pembagian harus diberikan kepada pedagang yang sudah didata PD Pasar.  Penegasan itu disampaikan pedagang Pasar Kasih  Naikoten 1 Daniel Ga dan Abi Lobo Lau, kepada VN, Rabu (22/4).

 
Daniel mengaku saat penempatan dia tidak dapat menempati bangunan kios yang semula. Itu yang membuat dia kaget, kenapa bisa terjadi demikian. “Saat pembagian kios, saya seharusnya tinggal menempati saja. Namun, pihak PD Pasar meminta saya melengkapi lagi persayaratannya. Saya pun  memenuhi permintaan tersebut, tapi sayangnya tidak juga menempati bangunan semula,” jelasnya.

 
Dia mengharapkan, agar pemerintah dalam hal ini PD Pasar dapat membagi penempatan kios tersebut secara adil sehingga tidak menimbulkan persoalan di antara sesama pedagang. Pedagang lainnya Abi Lolo Lau mengatakan, pemerintah menyediakan fasilitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang, sebab kondisi bangunan tidak memberikan manfaat bagi para pedagang.

 

PD Pasar tidak mengakomodir para pedagang yang sudah terdaftar dan selama ini berjualan di pasar tersebut. Saat ada pembangunan kios baru, PD Pasar mulai membagi kios tersebut ke para pedagang baru, bukan ke pedagang lama. “PD Pasar secara sepihak mengganti pedagang yang menyewa kios tersebut.

 

Kami yang semula memiliki hak menyewa kios dan memberikan pemerintah melakukan rehab, namun saat penyerahan kembali, kami pun tidak mendapatkan bangunan kios yang semula, padahal jadwal kontrak kami masih panjang,” ujarnya.

 
Dia menilai, retribusi Pasar Kasih ditarik setiap hari dan nilainya sangat besar, namun pemerintah tidak mampu menjamin ketersediaan fasilitas berdagang yang layak, dan tentunya sangat mengecewakan.

 
Diketahui bahwa dana pembangunan kios pasar di tiga pasar di Kota Kupang yakni Pasar Kuanino, Oebobo, dan Pasar Kasih Naikoten 1 berjumlah sekitar Rp 7 miliar, merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat. Khusus di Pasar Kasih Naikoten, untuk pembangunan 100 unit kios pasar menelan dana sekitar Rp 3 miliar.

 
Dia mengatakan, sebanyak 100 unit bangunan kios di Pasar Kasih Naikoten hingga kini sebagian besarnya belum diserahkan kepada para pedagang karena alasan masih berada dalam masa perawatan. Namun dalam realisasinya, para pemilik bangunan semula tidak mendapatkan bangunan kios tersebut. PD Pasar memberikan kios tersebut kepada pedagang baru yang diduga telah membayar kepada PD Pasar.

 
Pantauan VN, bangunan kios yang letaknya paling belakang, dipakai untuk membuang hajat sehingga kondisinya sangat kotor, dan bau busuk menyebar di dalam kompleks bangunan kios pasar tersebut. Drainasenya pun tidak memadai, sebab sangat dangkal dan sempit. Apabila air hujan melebihi kuota, drainase akan menggenangi kios dan kompleks pasar yang letaknya lebih rendah. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz