Jumat, 27 April 2018 | 08:51
AS, oknum anggota DPRD NTT dikawal dua personel Polda NTT saat tiba di Bandara El Tari-Kupang (288 x 352)
istimewa

Pemasok Sabu ke AS Ditangkap

Victory-News, TIM Direktorat Reserse Narkoba Polda NTT menangkap FS, pria yang memasok sabu-sabu ke AS, oknum anggota DPRD NTT. FS dibekuk di Jakarta pada Senin (26/10), dan dibawa ke Kupang bersama-sama AS dengan Pesawat Batik Air, Selasa (27/10) siang.

AS dan FS dikawal tiga personel Polda NTT yang dipimpin Wadirnarkoba Polda NTT AKBP Hotlan Damanik. Tiba di Bandara El Tari-Kupang, terlihat Dirnarkoba Polda NTT Kombes Pol Kumbul KS turut menjemput.

Terlihat AS dan FS menggunakan “topi ninja”. AS mengenakan baju kaos kuning muda dipadu celana motif loreng. Para polisi yang mengawal juga berpakaian sipil dan mengenakan “topi ninja”.

Setelah tiba di Bandara, keduanya yang memiliki hubungan keluarga langsung dibawa ke Mapolda NTT untuk proses hukum lebih lanjut.

“Keduanya sudah diamankan di Mapolda NTT untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast, Selasa (27/10).

Dikatakannya, penangkapan terhadap FS merupakan hasil pengembangan kasus sabu-sabu yang melibatkan AS. FS ditangkap setelah polisi membawa AS ke Jakarta beberapa hari lalu.

Sebelumnya, AS ditangkap bersama salah seorang teman wanitanya di salah satu kamar hotel di Kupang, Jumat (23/10). Polisi saat itu, mengamankan sejumlah alat bukti berupa aluminium foil di meja kamar, satu paket sabu-sabu di kantong kiri dan di dompet tersangka, satu pipet di kantong kanan, satu bong alat hisap di bawah tempat tidur.

AKBP Jules Abast menambahkan, kasus tersebut akan terus didalami dan dikembangkan untuk mengungkap jaringan narkoba, dengan mengumpulkan bukti-bukti, memeriksa saksi ahli dan keterangan lainnya.

AS dan FS, lanjutnya, masih diamankan di Mapolda NTT dan dapat dijenguk pihak keluarga apabila proses pemeriksaan telah dinyatakan selesai. Untuk sementara, ruang gerak AS masih dibatasi demi pengembangan kasus tersebut.

“AS telah berada di Kupang, dan kemungkinan besok akan digelar jumpa pers oleh Kapolda (Brigjen Pol Endang Sunjaya). Diharapkan semua pertanyaan publik dapat terjawab dalam kegiatan jumpa pers tersebut, termasuk mengungkap jaringan dari AS serta adanya penambahan saksi atau tidak,” ungkap Abast.

Dia menambahkan bahwa polisi tidak menutup-nutupi kasus tersebut. Polisi memerlukan waktu mengungkap jaringan peredaran narkoba, terlebih AS merupakan seorang pejabat publik sehingga segala kemungkinan dapat terjadi. Hal ini dimaksudkan agar jaringan peredaran narkoba tidak meluas.

Ditanya apakah AS sudah didampingi penasehat hukum, dia mengatakan, bantuan penasehat hukum diperlukan saat status AS sudah ditetapkan.
“AS belum didampingi pengacara karena masih dalam proses pengembangan. Kalau sudah ditetapkan statusnya barulah didampingi penasehat hukum,” katanya.

Terpisah, Ketua DPD Gerindra NTT Esthon Foenay mengatakan, partai menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus narkoba yang menjerat AS, kader Gerindra NTT. Jika dalam proses hukum AS terbukti bersalah, maka dia melanggar AD/ART Partai Gerindra.

Sebelumnya, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengatakan, Badan Kehormatan Dewan akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk mendapatkan informasi dan data-data guna proses penegakan etika dan kehormatan Dewan.

Pimpinan Dewan, katanya, akan menggelar rapat internal dengan pimpinan Fraksi Gerindra, Komisi V, dan BK DPRD NTT. (tia/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz