Sabtu, 21 April 2018 | 19:29
9

Peduli Perkembangan Pariwisata

MESKIPUN bukan menjabat pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersentuhan langsung dengan pengelolaan pariwisata di NTT, Frederik Tielman peduli pada pengembangan pariwisata. Untuk itu, dia sangat antusias bila diajak berbicara tentang pariwisata. Tak hanya berbincang, dia juga menyumbangkan pikiran dan ide dalam mengembangkan pariwisata di Kota Kupang dan NTT.

 
Bagi Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi NTT ini, potensi pariwisata dapat diandalkan sebagai leading sector untuk membangun NTT. Hal itu akan tercapai dengan jalan memberdayakan masyarakat dengan pendekatan potensi setiap daerah. Tak hanya itu, para pelaku pariwisata seperti hotel juga perlu didorong untuk menyajikan konten-konten lokal.

 
Menurut Tielman, NTT secara umum memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, di antaranya tambang, pariwisata, dan kelautan perikanan. Tidak hanya di Kota Kupang, semua kabupaten di NTT perlu memberi perhatian lebih pada sektor pariwisata. Pengembangan sektor pariwisata akan ikut mendorong kemajuan sektor lain berbasis potensi daerah.

 
Khusus untuk Kota Kupang, kehidupan masyarakat yang heterogen menjadi potensi tersendiri untuk mendatangkan pendapatan bagi daerah dan masyarakat. Di Kota Kupang
berkumpul masyarakat dari berbagai daerah, tidak hanya dari NTT tapi juga dari hampir semua daerah di Indonesia.

 

Heterogenitas masyarakat Kota Kupang merupakan aset karena dalam masyarakat itu pula terdapat kekayaan budaya yang luar biasa. Untuk itulah, perlu ada ruang bagi terlaksananya pagelaran seni budaya. Tidak hanya memberi ruang, pagelaraan itu pun dilaksanakan secara rutin, bisa seminggu sekali atau sebulan sekali untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

 
“Pemerintah Kota sudah punya Car Free Day, kirakira seperti itu,” katanya. Pemerintah juga perlu menjalin kerja sama dengan hotelhotel yang ada untuk melaksanakan event-event internal yang berbasis budaya NTT. Dengan demikian, akan tercipta nuansa kebudayaan NTT yang dapat ditawarkan kepada setiap wisatawan yang menyinggahi Kota Kupang.

 
Atraksi-atraksi yang berbasis budaya lokal perlu ditingkatkan. Pemerintah harus terus memberikan dorongan agar pengusaha hotel bsa menampilkan pertunjukan budaya lokal. “Harus ada kerja sama antara pemerintah dan pengusaha hotel. Pihak hotel jangan hanya mengundang artis-artis luar saja untuk datang, tapi juga budaya lokal NTT harus masuk,” tegasnya.

 
Sebagai warga Kota Kupang, Frederik peduli perkembangan Kota Kupang. Sebagai ibu kota Provinsi NTT, menurut dia, Kota Kupang harus juga menjadi rujukan bagi semua wisatawan, baik lokal maupun internasional. Namun, dinamika di Kota Kupang belum sepenuhnya mendukung hal itu. “Wisatawan yang datang ke Kupang bingung, apa yang mau dilihat di sini,” ujarnya.

 
Hal itu bisa diatasi jika potensipotensi budaya NTT yang beragam diberikan ruang dan dikemas dengan baik untuk ditawarkan kepada wisatawan yang datang. Tak hanya
pemerintah dan pihak hotel, pelaku pariwisata lain seperti agen travel bisa dirangkul untuk mengangkat potensi tersebut.

 

Masyarakat juga perlu diberdayakan hingga ke kelurahan-kelurahan agar tercipta paket wisata hingga ke basis kelurahan. Selama ini, pertunjukan budaya NTT hanya dilakukan pada event-event nasional, momen-momen bersejarah, seperti HUT RI atau NTT. “Harus rutin per bulan agar kota bisa terasa lebih dinamis dengan kegiatan-kegiatan kreativitas berbasis budaya NTT,” ucapnya.

 
Ruang-ruang pagelaran-pagelaran juga harus disediakan di setiap kelurahan atau kecamatan-kecamatan. Untuk itu, perlu adanya lokasi khusus untuk tiap kecamatan, yang berada di tengah masyarakat yang dapat dimanfaatkan. “Di Jepang, minum teh saja ada festivalnya,” ungkapnya. Potensi-potensi pariwisata juga perlu dipublikasi dan dipromosikan.

 
Pada titik ini, pers diharapkan ikut andil melakukan dorongan agar potensi-potensi pariwisata NTT semakin dikenal luas. “Car Free Day juga merupakan sebuah potensi. Namun, eventvent budaya jangan hanya padasaat HUT RI atau NTT, tapi harus rutin per bulan. Pers juga perlu memainkan perannya agar potensi pariwisata yang kita miliki semakin luas dikenal, tidak hanya dalam negeri tetapi juga di luar negeri,” tukasnya. (R-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz