Jumat, 20 April 2018 | 17:02
26

Pedagang TPI Nyaris Bentrok di DPRD

RATUSAN pedagang di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata menyerbu gedung DPRD setempat, sebagai bentuk protes atas sikap DPRD Kabupaten Lembata yang dinilai berpihak dan mendukung para pedagang Pasar Pada yang memindahkan lapak jualan ke eks Pasar Inpres Kota Lewoleba.

 

Selain itu, para pedagang TPI juga memprotes DPRD yang menggagalkan rencana Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dengan memerintahkan satuan Polisi Pamong Praja untuk membongkar paksa lapak jualan ratusan pedagang Pasar Pada di eks Pasar Inpres Lewoleba, Selasa (14/4).

 
Pantauan VN, kedatangan para pedagang TPI Lewoleba itu membuat kegaduhan dan keributan di gedung Dewan. Saat itu, tak ada satupun yang dapat melerai dan meredam amukan ratusan pedagang pasar TPI tersebut.

 
Rubyati salah satu pedagang ikan TPI kepada VN mengungkapkan, maksud kedatangan ratusan pedagang TPI ke gedung DPRD, untuk meminta pertanggungjawaban DPRD terhadap sikap mereka menggagalkan rencana Bupati Sunur untuk merelokasi para pedagang Pasar Pada, untuk kembali berjualan di pasar semula.

 

Selain itu, kedatangan para pedagang TPI juga meminta penjelasan DPRD, atas sikap mereka mendukung para pedagang Pasar Pada memindahkan lapak jualan ke eks Pasar Inpres Lewoleba.
“Kami pedagang di Pasar TPI, juga bagian dari msyarakat Lembata. Sehingga kenapa pedagang Pasar Pada yang dibela, sedangkan kami tidak. Kami semua sama-sama cari makan, cari hidup. Jadi pasar harus di atur dengan baik, sehingga tidak menimbulkan masalah lagi,” ungkapnya.

 
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lembata Paulus Makarius Dolu yang menemui ratusan pedagang Pasar TPI, tidak berhasil membendung amukan ratusan Pedagang Pasar TPI itu.
Sejumlah anggota Pol PP datang untuk mengamankan situasi, nyaris memicu perkelahian antara Pol PP dan para pedagang. Namun, para pedagang akhirnya berhasil diarahkan keluar dari gedung DPRD.

 
Kepada VN Wakil Ketua DPRD Paulus Makarius mengatakan, dirinya tidak berkewenangan menjawab dan mengakomodir tuntutan para pedagang TPI tersebut. Sebab, mayoritas anggota DPRD Kabupaten Lembata, saat itu tidak berkantor, karena tengah menjalankan tugas ke luar daerah serta menjalankan tugas kelembagaan lainnya. Sehingga, masalah tersebut akan diselesaikan setelah semua anggota DPRD kembali.

 
“Setelah semua anggota DPRD sudah hadir, kita akan undang pemerintah untuk lakukan rapat kerja menyelesaikan persoalan sejumlah pasar yang ada di Kota Lewoleba ini,” ujar mantan Sekertaris Aldiras itu. (ten/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz