Jumat, 27 April 2018 | 08:34
49

Pawai Paskah akan Dievaluasi

MASUKAN dan saran yang disampaikan para tokoh agama Kristen terkait penyelenggaraan Pawai Paskah agar lebih memperhatikan aspek religiusnya, disambut baik oleh pihak Sinode GMIT dan Badan Pengurus Pemuda Sinode GMIT. Hajatan tahunan itu akan dievaluasi untuk memperkuat pesan Paskah dan kemasan sebagai wisata rohani.

 
Demikian intisari tanggapan Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt Boby Litelnoni dan Ketua BP Pemuda GMIT Winston Rondo kepada VN, Kamis (9/4). Litelnoni menegaskan, Pawai Paskah adalah pawai kemenangan yang mengekspresikan sukacita. “Saya juga berpikir bahwa kita harus evaluasi sehingga porsi-porsi itu tidak mendominasi. Saya bilang ke Pak Winston, mari kita evaluasi,” katanya.

 
Menurut dia, pesan-pesan Paskah yang diangkat dan ditonjolkan dalam Pawai Paskah akan dibicarakan dalam evaluasi. “Saya sadar kegiatan itu butuh biaya yang tergolong besar, namun manfaatnya kecil. Kita harus evaluasi,” katanya.

 
Pawai Paskah, tambah Litelnoni, harus bisa menjadi ikon Kota Kupang. “Ini semacam promosi dari daerah yang berbasis Kristen untuk pariwisata dan macam-macam. Tapi kita evaluasi, substansinya yang terutama. Dari tahun ke tahun jumlah banyak tapi monoton. Pawai harus menunjukkan jati diri dari Paskah itu sendiri,” pungkasnya.

 
Terpisah, Winston Rondo mengapresiasi kritikan dan saran terhadap Pawai Paskah, yang dinilainya sebagai bukti cinta kasih yang besar. Pihaknya menyadari bahwa ada beberapa hal yang perlu perbaikan. Dia menjelaskan ada tiga fase dalam Pawai Paskah. Fase pertama diisi barisan pemandu, yakni kolaborasi pemuda GMIT dan lembaga oikumene, pemuda lintas agama. Sedangkan dramaturgi cerita Alkitab dan cerita salib pada fase kedua yaitu fase yang isisi barisan peran. Sedangkan fase ketiga diisi barisan puji-pujian yang menyajikan sukacita Paskah.

 
“Bagian ketiga inilah yang dengan mobil musik dan lain-lain. Ini yang mendapat kritik. Kalau ada yang berlebihan dan kurang pas akan kami perbaiki,” katanya. Dia menambahkan, Pawai Paskah sudah masuk Kalender Wisata Pemprov NTT dan Kota Kupang. “Tugas kita adalah meningkatkan kualitas atau mutu dan meningkatkan promosi serta integrasi dengan event wisata rohani lainnya seperti Semana Santa di Larantuka,” ujarnya.

 
Ketua Panitia Pawai Paskah 2015, Adrianus Talli yang dikonfirmasi, kemarin, menyatakan menerima semua usul saran untuk menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa tahun depan bisa lebih baik lagi. Yang utama adalah penekanan pada nilai religiusnya sesuai saran dan harapan dari berbagai pihak. “Saran dan masukan yang diberikan kita apreasiasi, karena semua ingin Pawai Paskah ini tidak saja menjadi kegiatan rutinitas belaka setiap tahun tapi menjadi ikon wisata rohani di Kupang yang layak dikunjungi wisatawan,” katanya (lys/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz