Jumat, 20 April 2018 | 17:00
21

Paskah Momentum Berantas Korupsi

MOMENTUM perayaan Paskah oleh umat Kristiani di NTT, hendaknya dijadikan sebagai semangat bersama untuk memberantas segala bentuk korupsi yang terjadi di Provinsi NTT. Semangat pemberantasan segala bentuk korupsi tersebut, merupakan gerbang menuju peningkatan kesejahteraan melalui pembangunan di Provinsi NTT.

 
Penegasan tersebut dikemukakan Romo Frans Magnis Suseno kepada VN di sela-sela pelepasan Pawai Kemenangan Paskah BP Pemuda GMIT ke-19, Senin (6/4) di depan Gereja GMIT Anugerah, Kupang. Menurut Romo Magnis, upaya memberantas korupsi di NTT harus melibatkan semua golongan dan elemen tanpa pamrih.

 

Pentingnya semangat menghilangkan korupsi di NTT, disebabkan praktik korupsi merupakan perbuatan yang dilakukan orang-orang atau lembaga yang berada di jalan kematian. “Paskah (dimaknai) juga untuk merayakan kematian perilaku korupsi. Dan kebangkitan (Yesus) itu sendiri merupakan pembebasan diri dari praktikpraktik korupsi di tengah masyarakat NTT,” tandasnya.

 
Disaksikan VN, Romo Magnis hadir bersama sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Yenbise, Ketua Dewan Gereja Dunia SAE Nababan, Ketua Yayasan Indonesia Cerdas Dr Separt Supit.

 

 

Sebelum pawai dilepas Menteri PP-PA Yohana Yenbise, terlebih dahulu dilakukan pelepasan burung merpati oleh Menteri Yohana, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt Welmince Kameli-Maleng, dan Wakil Wali Kota Kupang Herman Man.

 
Gerbang Nazaret Dalam sambutannya, Gubernur Lebu Raya mengatakan, Pawai Paskah yang diselenggarakan BP Pemuda GMIT selama 18 tahun, akan didorong untuk memberikan dampak
bagi kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT. Apalagi, kata dia, Pawai Paskah yang sebelumnya luput dari perhatian nasional, kini sudah mendapat perhatian dan sorotan. “Kita bisa bangun Gerbang Nazaret dari sini.

 
Kita akan diskusikan agar prosesi ini bisa mendorong agar masyarakat bisa lebih maju,” tandasnya. Wakil Wali Kota Kupang Herman Man di sela-sela acara mengatakan, Prosesi Pawai Paskah, akan dijadikan ikon wisata rohani Kota Kupang.“Ini merupakan wisata rohani dan atraksi yang sifatnya lintas etnis, budaya, dan agama, kita tentu akan mendorongnya karena ini mewakili aspek rohani masyarakat Kota Kupang,” jelasnya. (tia/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz