Sabtu, 21 April 2018 | 19:15
11

Paskah Membawa Perubahan

PERISTIWA kebangkitan Kristus yang dirayakan pada Paskah, Minggu (5/4), tak hanya memberi jaminan penebusan dosa manusia, tetapi membawa pengharapan akan perubahan dalam kehidupan nyata umat Kristiani setiap hari.

 

Bangkit dari keterpurukan, keputusasaan, kemiskinan, sikap ego, tidak melayani dengan sepenuh hati antara lain merupakan pesan Paskah yang harus diwujudkan umat Kristen dalam kehidupan setiap hari. Demikian intisari pesan Paskah yang disampaikan Pdt Johanis Ratu, STh, Romo Krispinus Saku, Pdt David Selan, STh, dan Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku pada perayaan Paskah, kemarin.

 
Pendeta Johanis saat memimpin kebaktian Paskah di Gereja Paulus-Kupang, menegaskan bahwa belakangan ini jemaat Tuhan yang adalah gereja yang sesungguhnya cenderung menutup diri dari orang lain. Padahal, Yesus tidak mengajarkan hal itu. Yesus, selama hidup dan sesudah bangkit, tidak bekerja sendiri, namun tetap bersama murid-muridNya bekerja mewartakan Injil.

 
“Melalui Paskah, mari kita kubur dalam-dalam sikap ego, menutup diri dari orang lain,” katanya. Dia juga menyoroti fenomena belakangan ini yakni jemaat Tuhan membangun persekutuan elite yang hanya beranggotakan keluarga ataupun orang-orang yang disukai, dan menutup diri terhadap orang lain. “Tumbuhkan sikap saling melayani satu sama lain,” katanya.

 
Romo Krispinus saat memimpin misa di Gereja Katolik Kalabahi mengatakan, Paskah harus menjadi momentum kebangkitan umat dari belenggu kemiskinan dan keputusasaan. Dikatakannya, batu kemiskinan, rasa takut dan putus asa telah digulingkan dari makam Yesus dan Sang Juru Selamat itu sungguh telah bangkit. “Makam Yesus yang kosong itu adalah tanda kemenangan melawan maut,” katanya.

 
Pdt David Selan saat kotbah di GPdI Gunung Sion- Kupang, menegaskan bahwa Paskah menjanjikan pengharapan baru bagi orang percaya untuk memperoleh keselamatan kekal dan kehidupan kekinian yang lebih baik. “Banyak orang mengingkari kebangkitan Kristus melalui pembuktian ilmu pengetahuan, namun kebenaran firman Tuhan tak pernah bisa dipatahkan.

 
Kebangkitan Kristus menjadikan kita memperoleh pengharapan akan kehidupan kekal,” katanya. Uskup Dominikus Saku saat memimpin misa di Gereja Katedral Atambua, menyoroti aspek pelayanan. Paskah membawa pesan perubahan aspek pelayanan publik sebagaimana Kristus datang untuk melayani bukan untuk dilayani.

 
Perayaan Paskah, tandasnya, tak boleh berakhir dalam seremoni di gereja tetapi harus mengubah sikap dan tingkah laku, terutama dalam hal saling mengasihi dan melayani satu sama lain. (mg-07/pol/vic/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz