Sabtu, 21 April 2018 | 19:25
05

Paskah dan Kebangkitan

PASKAH, ritus sarat makna. Perjanjian Lama memuat kenangan bebasnya orang Israel dari perbudakan Mesir. Perjanjian Baru menampilkan peristiwa Yesus yang rela berkorban bagi sesama hingga wafat dan akhirnya bangkit.

Bagi kita, Paskah ini perlu kita runcingkan pada makna kebangkitan. Bangkit dari apa, untuk apa, dan ke mana. NTT sedang butuh kebangkitan. Paskah ini paling tidak kita sentuhkan pada persoalan yang kita hadapi bersama sebagai warga NTT.

Keterpurukan ekonomi (kemiskinan), budaya (kebodohan), politik (korupsi) dan sosial (human trafficking dan sebagainya). Kita semua perlu bersepakat untuk menyatukan tekad membangkitkan daerah tercinta ini. Siapa saja kita itu? Kebangkitan diri kita masing-masing. Kita semua diajak berefleksi dan mempelajari cara hidup Yesus. Ia mengajarkan kita mengesampingkan cinta diri,
lalu berkorban bagi keselamatan sesama.

Ia mengajarkan sebuah cara hidup yang rela menghabisi diri dan berpikir serta bertindak bagi kepentingan orang lain. Kendati sukar ditiru, hidup solider sangat dibutuhkan bagi kebangkitan NTT. Kebangkitan pemerintah daerah.

Dalam lingkup pemerintahan, intisari Paskah membisikkan nilainilai kepemimpinan baik bagi Pemprov maupun Pemkab/Pemkot. Nilai itu adalah sikap memimpin dengan setulus hati. Caranya sederhana, solider terhadap masyarakat dengan tidak memakan uang rakyat, menanggalkan kemarukan, lalu bekerja buat publik.

 
Bagai lilin, pemimpin merelakan dirinya habis meleleh guna memberi terang bagi rakyatnya. Merelakan dirinya mati guna menghidupkan masyarakat. Maka, menjadi sebuah kehancuran parah apabila pemimpin menggendutkan dirinya dan membiarkan rakyatnya kurus kerempeng lalu mati karena kelaparan, terbelakang, karena kebodohan dan sakit karena penyakit. Karenanya, pakailah semangat Paskah ini guna membakar semangat kita memperbaiki kehancuran sendi-sendi kehidupan bersama di NTT.

Spirit kesengsaraan, wafat, dan kebangkitan Yesus kiranya meniupkan semangat kita mengangkat NTT dari keterpurukan, baik ekonomi, politik, budaya, maupun sosial. Rumus dasarnya adalah sikap rela berkorban bagi sesama. Mari kita bersama-sama memetik makna penting perayaan besar ini. Makna yang menusuk masuk ke semua lini kehidupan.

Bermula dari diri masingmasing, keluarga, masyarakat, gereja-gereja, dan pemerintah. Semuanya bertemu dalam pelajaran yang sama yakni sikap solidaritas; memberi diri bagi yang lain. Menyepak egoisme lalu menghidupkan solidaritas.

Tiap-tiap kita menyelami diri baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin. Menggali seberapa dalam kita berpikir dan bertindak bagi kebaikan orang lain. Yesus meninggalkan pesan kepemimpinan, yakni sebuah cara hidup meninggalkan kepentingan diri lalu melakukan hal-hal bermanfaat bagi sesama. Selamat merayakan Paskah dan mari bangkit!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz