Jumat, 20 April 2018 | 16:57
19

OJK Target 50 Ribu Agen Bank tanpa Kantor

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menargetkan ada 50 ribu agen untuk bank tanpa kantor di seluruh pelosok Indonesia hingga akhir 2015. Tujuan pembentukan agen tersebut untuk mendukung layanan keuangan tanpa kantor atau Laku Pandai dalam rangka keuangan inklusif.

 
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan program Laku Pandai saat ini diikuti oleh empat bank yakni Mandiri, BRI, BCA dan BTPN. “Dari 17 bank, baru empat bank yang lulus untuk meluncurkan program Laku Pandai. Bank-bank tersebut tidak harus membuka kantor sampai ke pelosok-pelosok, karena mereka bisa menggunakan agen.

 

Agen-agen tersebut bisa individual, toko, warung, koperasi, BPR dan lainnya. Ditargetkan hingga akhir 2015 mendatang, akan terbentuk 50 ribu agen di seluruh pelosok Indonesia,” ujar Muliaman usai peresmian Kantor OJK Purwokerto, kemarin.

 
Menurutnya, para agen tersebut biasanya sudah menjadi nasabah bank yang bersangkutan dan memiliki hubungan baik dengan mereka. “Pekan kemarin, sudah ada launching di Papua, kemudian Sulawesi sudah, lalu Sumatera Utara dan paling terakhir di Grobogan, Jateng. Nantinya, di setiap Kantor OJK akan membuka di wilayah masing-masing,” katanya.

 
Dalam praktiknya, pihaknya akan membuat aturan supaya tidak berbenturan dengan operasional BPR. Meski demikian, BPR dapat bekerja sama dengan bank untuk menjadi agen. Sementara ini, tidak ada batasan bagi jumlah agen di daerah. “Namun, OJK harus mengaturnya, supaya tidak saling serobot. Dan yang disasar adalah orang-orang yang selama ini memang belum memiliki akses ke bank,” tambahnya.

 
Terpisah, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam menegaskan siap menjalankan sistem laku pandai tersebut dengan mengerahkan seluruh kapasitas pendukung yang ada di daerah, hingga ke pelosok-pelosok di Indonesia. (mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz