Minggu, 22 April 2018 | 18:26
16

NTT Sambut Baik MBR

PEMERINTAH Provinsi NTT menyambut gembira program pembangunan sejuta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan uang muka hanya satu persen dan kredit kepemilikan rumah lima persen. “Jadi, masyarakat yang akan menjadi sasaran dari program ini hanya memberikan uang muka satu persen dari harga rumah plus Rp 4 juta untuk proses pembangunan rumah yang akan menjadi milik itu,” kata Sekretaris Daerah Pemprov NTT Frans Salem kepada di Kupang, Selasa (31/3).

 
Ia mengatakan, apresiasi tersebut tentu tidak sebatas itu, tetapilebih dari itu pemerintah daerah setempat juga telah menyiapkan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota yang terdaftar sebagai penerima program tersebut.

 
Frans Salem menjelaskan program sejuta rumah ini selain menggunakan sistem KPR melalui bank, juga memanfaatkan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR). “Manfaat dari sistem KUR tersebut untuk perumahan sehingga seorang tukang ojek, misalnya, yang mampu tapi tidak punya akses bank karena tidak ada agunan, bisa menggunakan KUR untuk mendapat fasilitas perumahan,” jelasnya.

 
Ia menegaskan, Presiden Joko Widodo sudah meminta agar program untuk rakyat ini jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak berhak, sehingga dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah. “Jika perlu, pemerintah nantinya akan mengeluarkan peraturan Kemenkeu atau Kementerian Agraria guna mencegah masuknya para spekulan,” katanya.

 
Sejuta rumah rakyat itu meliputi 600.000 unit MBR yang akan dibangun dengan dana APBN Kemeterian PU-PR dan Kemenkeu. Sedang yang menggunakan dana APBN DIPA sekitar 98.000 unit. Dari total itu, katanya, target pembangunan 10.000 unit rumah bagi buruh/pekerja di sembilan provinsi pada tahun 2015 ditujukan untuk menekan pengeluaran buruh, sehingga kesejahteraan buruh bisa meningkat.

 
Program ini merupakan bagian dari target pembangunan sejuta rumah oleh Presiden Joko Widodo dalam tahun ini. Pemerintah menargetkan pembangunan 10.000 unit rumah dalam bentuk rusunawa (rumah susun sederhana sewa) khusus untuk buruh atau pekerja. Lokasinya diutamakan berada di sekitar kawasan-kawasan industri.

 
Saat ini telah tercatat sembilan provinsi yang telah mengusulkan penyediaan lahan bagi pembangunan rusunawa dan menyepakati pembangunan rumah buruh yaitu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Bali.

 
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) NTT Bobby Lianto mengaku developer yang tergabung dalam REI siap membangun rumah bagi masyarakat yang membutuhkan. “ita harapkan pemerintah juag bisa memfasilitasi anggota REI untuk membangun MBR bagi masyarakat yang membutuhkan. (mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz