Minggu, 22 April 2018 | 18:25
FOTO HAL 11 TENAU 200415 copy

NTT Butuh Kapal Niaga

KETUA Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) NTT Abraham Paul Liyanto  mengatakan, NTT membutuhkan kapal-kapal niaga bertonase besar untuk melayani pelayaran antarpulau dalam wilayah NTT maupun ke luar NTT.

 

“Pemerintah daerah perlu memperjuangkan pengadaan kapal niaga ini ke Pusat, karena memiliki peran sangat vital jika wilayah ini tengah dilanda gelombang besar,” katanya di Kupang, Jumat (17/4), saat ditanya soal fleksibilitas pelayaran antarpulau tatkala wilayah perairan NTT dilanda gelombang dan angin kencang.

 
Ketika wilayah perairan NTT dilanda gelombang dan angin kencang, semua pelayaran rakyat dan pelayaran antarpulau seperti kapal feri milik PT Feri Indonesia Cabang Kupang, dilarang untuk beroperasi. Akibatnya, lalulintas barang dan manusia dari satu pulau ke pulau lainnya di NTT menjadi terhenti total sambil menunggu pulihnya keadaan cuaca.

 
Melihat fenomena tersebut, Paul Liyanto yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTT ini memandang penting perlu adanya kapal-kapal niaga untuk melayani kebutuhan antarpulau di NTT. Ia mengatakan, kapal-kapal niaga ini sangat penting, selain mengangkut barang dan penumpang dari Pelabuhan Tenau Kupang untuk ke daerah lainnya di NTT, juga mengangkut barang dari daerah ini untuk tujuan antarpulau ke daerah lainnya di luar NTT.

 
“Ada 23 kabupaten/kota di NTT yang tersebar di pulaupulau, sehingga perlu ada kapal barang atau kapal niaga yang khusus untuk melayani kebutuhan antarpulau di daerah ini,” ujarnya. Karena itu, kata dia, pemerintah  daerah harus memperjuangkan ke Kementerian Perhubungan. “Kami pasti akan ikut membantu untuk mempercepat proses tersebut,” katanya.

 
Paul Liyanto mengatakan, selama ini ekonomi NTT sulit berkembang dengan baik karena akses pelayaran antarpulau di daerah ini masih sangat terbatas. “Kebijakan Presiden Joko Widodo tentang program Tol Laut ini sangat baik, terutama untuk daerah-daerah di kawasan timur Indonesia seperti NTT yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,” katanya.

 
Dalam konteks Tol Laut ini, menurut dia, pemerintah pusat juga perlu memperhatikan infrastruktur di NTT, seperti jalan, jembatan dan pelabuhan serta bandar udara. Ia menambahkan, dengan adanya kemudahan akses transportasi laut yang memadai, maka perekonomian daerah bisa bergerak lebih cepat, seperti kawasan lainnya di Indonesia. (mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz