Kamis, 26 April 2018 | 23:34
ilustrasi narkoba editorial
ilutrasi

Narkoba Melukai Kehormatan

Victory-News, NARKOBA itu enak? Pecandu bilang, aku tak bisa hidup tanpanya. Padahal, narkoba mematikan. Ia menyerang hingga pembulu darah, syaraf dan otak. Ia menghancurkan fisik dan mental. Memakai berarti siap juga mati secara sosial. Makin hancur bila pemakai itu adalah pejabat publik, tempat semua mata menatap, lalu meniru.

Memang, dunia ini tidak selalu logis dan rasional. Separuhnya diisi oleh hal dan perilaku yang tidak logis dan tidak rasional. Penangkapan AS, anggota DPRD NTT dari Partai Gerindra, yang diduga memakai narkoba menjadi bagian dari kenyataan tidak rasional itu. Orang terhormat diduga melakukan hal tidak terhormat.

Jika benar, adakah ia khilaf? Adakah ia pecandu? Biarlah pihak kepolisian menyingkap tabir itu. Tinggal kita menunggu tindakan serius beberapa lembaga terkait. Pertama, kepolisian wajib menginvestigasinya secara terang benderang. Kejadian itu harus dibuka biar menjadi pelajaran penting bagi pejabat publik lainnya. Usut, publikasi dan beri hukuman setimpal bila terbukti.

Kedua, lembaga Dewan sendiri. Institusi terhormat ini tidak boleh berdiam diri. Penangkapan ini sudah mencoreng kehormatan lembaga. Berilah dukungan kepada pihak berwajib agar kejadian ini diungkapkan dan diselesaikan secara objektif. Dewan NTT mesti kooperatif untuk membuktikan dirinya terhormat.

Ketiga, sikap partai Gerindra. Jika saja AS terbukti maka ini menjadi peristiwa terbaik buat Gerindra menunjukkan konsistensinya sebagai Gerakan Indonesia Raya; sebuah gerakan reformasi agar Indonesia makin raya, makin besar dan makin maju. Salah satunya adalah kemajuan mental. Sikap tegas partai dibutuhkan.

Keempat, sikap publik. Peristiwa yang menimpa AS bukan untuk diumpat, tetapi menjadi refleksi betapa publik juga bertanggung jawab atas pilihannya baik atas Dewan, bupati, wali kota, gubernur maupun presiden. Renungannya sederhana saja bahwa pilihan kita pada pemilu mesti jatuh pada orang-orang yang memang layak.

Akhirnya, kita semua berharap agar beberapa persoalan krusial yang dialami kini (KKN, narkoba, human trafficking dan seterusnya) harus diperbaiki agar suatu saat nanti NTT berubah wajah menjadi lebih baik. NTT hanya akan berubah bila mental pejabat publik (eksekutif, legislatif, yudikatif dan aparat) menjadi lebih baik. Berubahlah!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz