Minggu, 22 April 2018 | 18:32
2

Murid dan Guru Keracunan, UAS Ditunda

UJIAN Akhir Sekolah (UAS) hari terakhir di SD Inpres Tapobaran, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Rabu (22/4), terpaksa ditunda. Pasalnya, 10 murid peserta UAS dan beberapa guru di sekolah itu keracunan. Peserta UAS di sekolah itu ada 13 murid, 10 di antaranya bersama tiga guru mengalami keracunan dan harus menjalani
perawatan di RSUD Lewoleba.

 
Semua mereka mengalami pusing, muntah-muntah dan suhu badan panas. Diduga akibat keracunan makanan yang disediakan pihak sekolah selama UAS berlangsung. Yustinus Fernandes, sorang pengawas UAS di sekolah itu, menuturkan, awalnya hanya satu murid yang mengaku pusing-pusing hingga muntah berulang-ulang kali.

 

Tak lama berselang, di ruangan yang sama, murid yang lainnya dan tiga guru pun mengalami hal serupa. Situasi panik mengakibatkan UAS terpak- sa ditunda. Pihak sekolah langsung menghubungi petugas medis untuk proses pengobatan. “Kami bersama pihak sekolah terpaksa menghentikan ujian karena semua panik.

 

Sebabnya apa kami tidak tahu, nanti dari tim medis yang analisa,” jelasnya. Arnolda Yose Vaki, salah satu korban, saat ditemui di RSUD Lewoleba, menuturkan, selama UAS mereka semua makan di sekolah. Makanannya disiapkan pihak sekolah. “Ujian hari pertama dan hari kedua kami tidak apa-apa. Semua makan di sekolah,” tuturnya.

 
Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lembata Zakarias Paun turun langsung memantau kondisi para murid di RSUD Lewoleba. Dia mengatakan, para murid dan guru-guru mulai mengalami gejala pusing dan muntah-muntah pada UAS mata pelajaran kedua, yakni mata pelajaran Agama. “Dengan kejadian ini, UAS hari terakhir kita tunda. Kita akan selenggarakan ujian ulang setelah anak-anak sehat,” jelasnya.(ten/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz