Sabtu, 21 April 2018 | 19:15
Editorial ilustrasi
istimewa

Monster Tambang TTS

Victory-News, ALAM NTT itu keras kendati ia eksotis. Perut buminya berisi tambang; mangan, pasir besi, nikel, emas dan lainnya. Semua tahu tahu hal itu. Namun kita harus memilih; merawat keperawanannya atau mengeksploitasinya? Merawat berarti selamat. Mengeksploitasi pasti jatuh hancur.

Bumi Flobamorata sebagian besar menantang. Curah hujan rendah, gersang dan pergantian musim yang kurang bersahabat. Krisis rutin tak terelakan. Kekeringan parah menganakkan krisis air, gagal panen dan ujungnya kelaparan. Lalu, kita ngotot menambang? Ah, tidak!

Tambang tidak membantu. Ia hanya memperparah keadaan. Kondisi alam makin tidak bersahabat bila manusia menambang. Tambang hanya membuahkan masalah; kerusakan bumi, konflik horizontal dan sebagainya. Semua orang tahu kalau tambang hanya mencelakakan. Itulah monster tambang bagi ekologi.

Mengapa tambang masih jalan? TTS tengah memanas, dipicu PT. Soe Makmur Resources (SMR). Soe Makmur? Nama yang indah namun tak seindah wujudnya. Masalah kini dituai. Alam hancur, konflik tumbuh subur berupa pencaplokan tanah warga. Intimidasi pun bermunculan. Itukah makmur? Tidak, itu maruk!

Mengapa penambangan jalan terus? Masih adakah negara di TTS? Tentu ada. Cuma rakyat tak tahu mereka ada di mana? Jika pemda hadir buat rakyat, tentu persoalan selesai. Sayang, masyarakat pemilik lahan justru terus menuai teror dan ancaman oleh mereka yang kuat. Itulah monster kebijakan.

Masih adakah Dewan TTS di sana? Fisik mereka di sana. Cuma memang rakyat tak tahu hati mereka ada di mana. Pertambangan jalan terus tanpa hadirnya penentangan dari DPRD TTS. Mengapa diam? Diam tanda sepakat. Sayang sekali, janji mewakili rakyat tampaknya berubah menjadi mewakili investor tambang.

Ke mana rakyat mengadu? Kita lagi-lagi mengetuk hati pemda TTS dan para Dewan daerah itu. Bumi Timor, termasuk TTS, sangat menantang. Lahan kering dengan debit air rendah. Semua tahu soal ini. Mengapa tuan-tuan membiarkannya dilacuri aktivitas tambang yang hanya melukainya?

Kiranya semua pihak turun tangan melawan. Pemda ambil kebijakan tegas. Aparat mengayomi warga. Parpol-parpol ambil bagian menertibkan anggota Dewannya masing-masing. Semua warga dan para penggiat lingkungan hidup. Monster tambang sesungguhnya ada pada pengambil kebijakan. Mari selamatkan NTT dari setan tambang!

Sayang, masyarakat pemilik lahan justru terus menuai teror dan ancaman oleh mereka yang kuat. Itulah monster kebijakan.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz