Jumat, 27 April 2018 | 08:50
42

Menteri Susi Minta PPRL ada di Sumba

MENTERI Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Timur membangun pangkalan pendaratan rumput laut (PPRL) guna memutus monopoli harga oleh pengusaha tertentu. “Selain untuk memutus monopoli harga oleh pengusaha tertentu, pembangun pangkalan pendaratan rumput laut di Sumba itu juga untuk mengakomodasi petani dan nelayan rumput laut di Pulau itu yang mengeluhkan akses dan adanya diskriminasi,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Abraham Maulaka, di Kupang, Rabu (8/4).

 
Menteri Susi, kata dia, mengatakan itu menanggapi keluhan seorang pengusaha rumput laut bernama Urbanus di sela-sela kunjungannya di Dusun Hangaroru, Desa Tana Manang, Kecamatan Pahungalodu, Sumba Timur, Senin (6/4) lalu.

 
Urbanus mengatakan, ia dilarang membeli rumput laut langsung ke petani seharga Rp 9.000 per kilogram (kg). Di sisi lain, ada perusahaan milik pemerintah daerah diberi akses sampai ke petani. Pengusaha tersebut kemudian menjual rumput laut ke pengusaha lainnya seharga Rp 12.000 per kg.

 
Sementara pengusaha lain yang membeli rumput laut ke petani, ditangkap dan harus berhadapan dengan hukum. Menurut Susi, demikian tutur Maulaka, pangkalan pendaratan rumput laut tersebut sama seperti pangkalan pendaratan ikan (PPI). “Seluruh petani boleh membawa rumput laut ke situ untuk dilelang,” kata dia. Dengan begitu, ia yakin monopoli harga rumput laut tidak terjadi lagi.

 
KKP, kata dia, menyatakan budi daya rumput laut harus terus ditingkatkan, baik secara kualitas maupun kuantitas, karena dapat menjadi sumber devisa bagi penggerak perekonomian nasional.
Menurut dia, rumput laut merupakan salah satu komoditas utama perikanan budi daya yang menjadi andalan dalam peningkatan produksi, meningkatkan perekonomian daerah, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz