Sabtu, 21 April 2018 | 19:24
14

Menggoda Selera Warung Malam

BANYAKNYA warung yang berjejer di sepanjang Taman Nostalgia tak dianggapnya sebagai saingan. Karena baginya, rezeki setiap orang diatur Dia yang  di atas.  Prinsip itulah yang membawa Warung Sopo Nyono tetap eksis walau dihimpit sejumlah warung makan di kiri dan kanannya.  Mba Asel, asal Lamongan, Jawa Timur ini pun tetap eksis dengan usaha aneka menu yang ditawarkannya kepada pengunjung.

 
Mulai dibuka pukul 06.00 Wita, pengunjung tak henti-hentinya mampir  di Warung Sopo Nyono. Aneka menu masakan seperti nasi goreng mawut, ayam bakar lalapan, tempe-tahu penyet, gado-gado, dan bakso, silih berganti dipesan pengunjung. Tak ketinggalan aneka minumanpun dipesan, seperti es teh, pop ice, jas-jus, jus alpukat, es jeruk, teh panas, dan lainnya. Soal harga, Mba Asel paham betul kantong orang NTT. “Kita jual tidak mahal mas,” ujarnya.

 
Bersama tiga orang keluarganya, Mba Asel setia melayani setiap pesanan pengunjung. Jika ia sedang menyediakan menu nasi goreng mawut, maka yang lainnya menyiapkan minuman, atau menggoreng telur, atau tempe dan tahu penyet pesanan pengunjung. Ada pula yang kebagian mencuci piring dan gelas kotor bekas makan pengunjung. “Pokoknya kita kerjanya sama-sama, apa aja dikerjakan kalau lagi kosong, untuk layani pengunjung,” kata Mba Asel.

 
Diakuinya, berjualan sampai larut malam memang ada untungnya juga. Saat warung lainnya sudah tutup, warung makan Taman Nostalgia menjadi pilihan, termasuk Warung Sopo Nyononya Mba Asel. Tiap hari menu yang paling banyak dipesan adalah nasi goreng.

 

Rata-rata menu yang disajikan habis terjual. Sehingga, sekitar pukul 01.00 Wita semuanya sudah habis terjual, dan saatnya ia harus kembali ke rumahnya di belakang Terminal Oebobo.
Walau berjualan tengah malam, Mba Asel akui tidak ada gangguan. Suasananya senantiasa aman. Tak pernah ada yang makan dan tak bayar. “Toh rejeki masing-masing. Rejeki yang di atas yang ngatur,” katanya dengan dialeg Lamongan.

 
Salah seorang pelanggan Syukur Penja mengatakan, warung ini berbeda rasanya dengan warung lain di Kota Kupang. Yang paling disukai di warung ini adalah nasi goreng mawutnya. “Ciri khas di warung ini adalah sambal tempe penyeknya. Pelayanan yang ramah membuat saya dan teman-teman selalu makan di sini kalau tengah malam. (hiero bokilia/S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz