Kamis, 26 April 2018 | 23:37
52

Mega Wanti-wanti Jokowi

Salah satu point penting pidato politik Megawati dalam pembukaan Kongres ke-4 PDIP di Sanur Bali, Selasa 99/4), adalah mewanti-wanti Pemerintah Jokowi mewasapadai adanya berbagai upaya pihak-pihak tertentu atau penumpang gelap yang mengeruk kekayaan negara. “Sisi gelap kekuasan antara lain ada penumpang gelap untuk menguasai kekayaan negara, melakukan kontrak gelap berbagai kekayaan negara. Mari kita besarkan Indonesia raya,” ujarnya.
Menurut Mega, Presiden dan Wapres sudah sepantasnya menjalankan garis partai. Presiden harus memegang teguh konstitusi dan wajib menjalankan janji-janji kampanyenya. Inilah ikatan suci dengan rakyat yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pemimpin yang dicintai rakyat.

 
Jokowi Hampir Offside Pidato itu menimbulkan multitafsir sejumlah kader. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui usai kongres menjelaskan, maksud pidato Mega merupakan peringatan bagi pemerintah. “Ibu Mega melakukan kontrol. Ibarat main bola, Pemerintahan Jokowi hampir offside, jadi harus diingatkan,” ujarnya.

 
Menurutnya, Megawati selaku pemimpin partai yang berkuasa saat ini meningatkan agar Jokowi harus kembali ke garis partai yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan bermartabat di bidang budaya. “Pemerintahan Jokowi baru sekitar enam bulan. Lebih baik dikritisi mulai sekarang dari pada nantinya melangkah lebih jauh dalam hal yang tidak benar,” ujarnya.

 
Sementara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai, pidato Megawati itu merupakan otokritik terhadap pemerintahan saat ini. Megawati sedang mengingatkan pemerintahaan yang dikuasai oleh PDIP agar terus berbenah, kembali ke jalan yang benar.

 
“Mengingatkan itu bagus sekali. Kalau perlu dievaluasi, ya, harus dievaluasi. Saya pikir memang harus dievaluasi,” ujarnya. Mega Pimpin Kembali PDIP Kongres PDIP resmi mengukuhkan kembali Mega sebagai Ketua Umum PDIP periode2015- 2020. Kongres yang digelar di Bali itu mengukuhkan Mega secara aklamasi.

 
Hal itu lantaran Rakernas IV PDIP September 2014 di Semarang sudah menetapkan Mega untuk kembali memimpin PDIP. Dalam pengukuhan tersebut, pimpinan sidang Frans Lebu Raya mengatakan bahwa Mega juga menjadi formatur tunggal dalam menyusun kepengurusan PDIP. “Dan mempunyai hak prerogatif untuk menyusun atau membuat program demi masa depan partai,” ujarnya.

 
Pengukuhan itu pun mendapat dukungan dari seluruh peserta kongres. Usai mengucapkan sumpah jabatan, Mega diberikan kesempatan untuk berpidato. Dalam pidatonya, Mega mengatakan
bahwa para kadernya yang meminta dirinya untuk kembali menjadi ketua umum. “Mereka mengatakan saya masih diperlukan sebagai penanggung jawab partai,” katanya.

 
Mega mengungkapkan perihal dirinya dikukuhkan kembali menjadi ketua umum. Ia mengatakan sebagai partai yang mengusung presiden dan wakil presiden, maka diperlukan sosok pimpinan yang mempunyai pengalaman (mi/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz