Minggu, 22 April 2018 | 18:27

Medah Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

ANGGOTA MPR/DPD RI Ibrahim Agustinus Medah melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada sekitar 300-an warga Desa Bebalain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Senin (13/4). Dikatakan Medah, jika menjadi orang Kristen yang benar, sudah tentu akan mengamalkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan dengan baik dan benar.  “Semua ajaran Pancasila sudah diajarkan Tuhan Yesus sejak 2.000 tahun yang lalu, sehingga menjadi orang Kristen yang benar maka akan menjalankan Pancasila secara benar,” ujar Medah.

 
Medah juga menyoroti ada sejumlah warga negara Indonesia yang mau bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan dampak dari lemahnya pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

 
Dikatakannya, ISIS sama sekali tidak sama dengan Islam. Perjuangannya berbeda dengan ajaran agama Islam, sehingga tokoh-tokohnya Islam sendiri menentang keras ISIS.  “Para ulama Islam menentang habis-habisan ISIS sehingga perlu sekali menyosialisasikan empat pilar kebangsaan ini agar dijiwai, dan diamalkan agar tercipta kedamaian di antara masyarakat,” ungkap Medah.

 
Ditambahkan Medah, dengan posisi Rote Ndao yang terletak di selatan NKRI, kerap menjadi sasaran transit para imigran gelap dari negara-negara lain untuk mencari suaka di Australia. Menjadi kesalahan besar, jika para imigran gelap itu ditampung di Rote Ndao.

 
“Para imigran gelap yang kedapatan sebelum sampai ke Australia, akan ditampung di Rote, dan Kupang. Mereka akan menjadi mata-mata, sehingga perlu kita antisipasi dengan tetap menjaga kesatuan NKRI. Tidak boleh ada orang yang menjadi provokator, karena kekuatan NKRI terletak pada keberagaman tetapi tetap satu, seperti semboyan Rote Ndao Ita Esa,” jelas Medah.

 
Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Rote Ndao Maks Fioh dalam paparannya mengatakan, sebagai daerah perbatasan dengan negara lain, warga Rote Ndao harus memahami dengan benar empat pilar kebangsaan. “Jika ada yang merongrong empat pilar kebangsaan, maka itu merupakan musuh bersama kita,” katanya.

 
Menurut Maks, jika empat pilar kebangsaan ini dicabut dari kehidupan masyarakat Indonesia maka habislah NKRI. “Negara kita akan hancur dan akan terpecah-pecah. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI,” ujar Maks.

 
Kepala Desa Bebalain Imanuel Ndun berterima kasih kepada Ibrahim Agustinus Medah yang telah rela menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di wilayah desanya. “Ini menambah semangat nasionalisme bagi kami aparat desa, masyarakat, serta generasi muda di sini,” ujar Imanuel. (tho/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz