Jumat, 20 April 2018 | 16:58
41

Masyarakat Ramedia Tolak Pembangunan Tambak Garam

MASYARAKAT Desa Ramedia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) menghalangi petugas dari Pemkab Sarai yang hendak mengukur lahan di daerah mereka untuk membangun tambak garam, Rabu (8/4). Masyarakat beralasan, jika tambak itu dibangun mata pencaharian mereka sebagai penyadap nira akan terancam.

 
Disaksikan VN, pengukuran lahan yang diamankan oleh Satuan Pol PP Sarai, TNI AD dari Koramil Seba, dan anggota Polsek Seba yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tomy Wila Huky dan Danramil Seba Y Barata Alam, Kasat pol PP Johane sTerr, Kadis Perindag Sarai Lewi Tandirura itu terhenti. Mereka dihalangi ratusan warga yang tidak menghendaki pengukuran lahan tersebut sambil berteriak-teriak meminta pengukuran tersebut dihentikan.

 
Perwakilan masyarakat Bonefasius Ngahu Nade menyampaikan bahwa masyarakat setempat tidak mengizinkan lokasi itu diukur untuk pembangunan tambak. Padahal, pemerintah sudah menjelaskan manfaat pembangunan lahan tersebut.

 
“Kalau seperti ini saya mundur sebagai juru bicara masyarakat karena pemerintah sudah menjelaskan terkait pemanfaatan lahan tersebut. Biar masyarakat yang mengaturnya sendiri,” ujarnya.
Bupati Sarai Marthen Dira Tome yang dikonfirmasi VN terkait hadangan masyarakat tersebut mengaku, pemerintah tidak akan berhenti begitu saja. “Pemerintah sudah memanggil semua masyarakat yang berada di lokasi dan berupaya menjelaskan tentang sesuatu yang benar, lalu sampai hari ini mereka tidak mengerti tentang hal itu tidak menjadi masalah.

 

Kita akan panggil lagi dan akan menginstruksikan untuk tetap jalan. Karena pilihan lokasi bukan karena mau-mau saja, tetapi karena lokasi itu mempunyai potensi untuk pengembangan lahan garam,” ujarnya. Karena itu, kata Dira Tome, dia sudah menelpone Kapolres Kupang untuk menambah personel untuk proses pengukuran ke depan. “Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan sekarang karena hidup matinya daerah ini ada di lokasi tambak garam tersebut,” tegasnya.

 
Dia juga meminta pihak tertentu untuk tidak memprovokasi masyarakat, sehingga masyarakat semakin pintar membaca peluang yang ada. Sementara Kapolsek Sabu Barat Tomy Wila Huky mengatakan, ke depan pihaknya siap mengamankan pengukuran lahan. “Kewenangan kami adalah mengawal. Karena itu, kami menunggu hasil negosiasi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz