Kamis, 26 April 2018 | 23:31
FOTO HAL REGIONAL SABU copy

Masyarakat Keluhkan Pelayan Publik

MASYARAKAT Kecamatan Raijua mengeluhkan sejumlah persoalan dalam kegiatan Safari Bupati Sabu Raijua (Sarai) Marthen Dira Tome dalam rangka peningkatan solidaritas dan ikatan sosial masyarakat Sarai di aula Mess Pemda Kecamatan Raijua, Rabu (15/4).

 
Tokoh masyarakat Raijua Welem Ngaja, dan Ketua Komite SDN Boko Nikson Riwu dalam kegiatan tatap muka dengan Bupati Dira Tome mengungkapkan sejumlah permasalahan. Welem Ngaja mengatakan, pelayanan kemasyarakatan seperti yang terjadi pada tiga desa di Kecamatan Raijua selama ini, berjalan dengan normal karena kepala desa, sekretaris, dan perangkat desanya selalu berada di desa dan melayani masyarakat.

 

Namun, sangat berbeda jauh dengan pelayanan di Kelurahan Ledeke dan Kelurahan Ledeunu yang tidak berjalan dengan normal, sebab lurah jarang berada di tempat dan dikabarkan sedang sakit dan berobat di Kupang.

 
Akibat kondisi itu, maka Ngaja mengusulkan kepada Pemkab untuk mengambil langkah konkret, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat. “Usul saya kedua lurah itu diganti saja, karena saya nilai tidak mempunyai kemampuan apa-apa dalam mengelola kelurahan.

 

Tidak ada perubahan sama sekali di kedua kelurahan itu,” katanya. Sementara untuk proyek jalan Raijua yang macet, menurutnya, perlu ada koordinasi dengan masyarakat sehingga ada partisipasi di dalam menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut.

 
Sementara terkait perjudian, Ngaja mempertanyakan apakah merupakan kegiatan legal, sehingga dilakukan setiap hari dan dilakukan secara terbuka dan juga pihak kepolisian seperti melegitimasinya.

 
Sementara itu, Ketua Komite SDN Boko Nikson Riwu meminta Pemkab memperhatikan nasib guru-guru di Raijua. Sebab, banyak guru yang tidak mendapat tunjangan daerah terpencil, tunjangan sertifikasi guru, dan tunjangan lain yang harusnya didapat, karena Raijua merupakan salah satu pulau terpencil. Bupati Sarai Marthen Dira Tome dalam menjawab semua keluhan terkait proyek jalan mengatakan, Pemkab punya komitmen untuk tetap menyelesaikan masalah pekerjaan tersebut.

 

Salah satu bukti, Pemkab menurunkan semua alat berat untuk membantu para kontraktor, tetapi yang terjadi di lapangan bukan hanya masalah tersebut saja, tetapi juga material sangat sulit, sehingg saat ini diminta kepada kontraktor untuk meratakan dengan sirtu terlebih dahulu, sambil menunggu material untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

 
Persoalan kedua lurah dan kepala SDN Boko, kata Bupati, dirinya akan mempertimbangkan solusi terbaik, agar aktivitas pelayanan di kelurahan dan sekolah dapat berjalan.
Sedangkan untuk masalah perjudian, kata Dira Tome, itu merupakan penyakit yang terjadi di masyarakat Sabu Raijua secara keseluruhan. “Judi dilarang, tetapi kalau ada yang menggerakan, itu aneh sekali. Pemerintah akan berupaya memberantas judi, dengan meningkatkan kinerja aparat Sat Pol PP,” tegas Dira Tome. (yul/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz