Sabtu, 21 April 2018 | 19:32
22

Manfaatkan Pekarangan untuk Rumah Pangan Lestari

POTENSI lahan pekarangan perlu dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman hortikultura jenis sayuran dan buah-buahan untuk pemenuhan gizi, dan peningkatan pendapatan rumah tangga. Apabila dikelola secara baik dan teratur, akan membantu peningkatan ekonomi keluarga dan otomatis berdampak pada peningkatan ekonomi Ngada.

 
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Ngada Cornelia Ene, Senin (30/3) saat membuka pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan kepada Kelompok Perempuan Ine Weta Bajawa. Dikatakannya, pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan gizi masyarakat perlu dimasyarakatkan, dan kaum perempuan harus menjadi yang terdepan dalam memperhatikan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan. Sehingga, dalam program kerja KPI Cabang Ngada, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi prioritas.

 
Cornelia menjelaskan, untuk bisa memfasilitasi kaum perempuan yang tergabung dalam Kelompok Ine weta, pihaknya membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, dan hasilnya KPI mendapat alokasi Dana Bansos, yang diperuntukan bagi Kelompok Perempuan yang berjumlah 50 orang untuk setiap kelompok, dan tahun ini difasilitasi untuk Kelompok Perempuan Ine Weta di Kecamatan Golewa dan Kecamatan Bajawa.

 
Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa jenis tanaman Pekarangan yang dikembangkan oleh Kelompok Perempuan Ine Weta adalah paprika, cabai, sawi, wortel, dan tomat yang semuanya dilakukan, dengan memanfaatkan media tanam seadanya sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan oleh pemerintah melaui BP3KP selaku instansi teknis.

 
Sementara itu, Kepala Bagian Keanekaragaman Tanaman Pangan pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP3KP) Kabupaten Ngada Samuel Kebang memberikan apresiasi yang tinggi kepada KPI yang telah menyelenggarakan kegiatan dan sesuai dengan program yang sedang dijalankan pemerintah.

 
Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman yang beraneka ragam dan memiliki kandungan gizi untuk kepentingan rumah tangga.  Program rumah pangan lestari, kata dia, merupakan salah satu program yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat khususnya di dalam rumah tangga, sekaligus masyarakat bisa mengkonsumsi makanan yang higienis tanpa ada kandungan kimia, karena masyarakat sendiri yang membudidaya dan mengembangkan, dan dari aspek kesehatan tentu sangat tidak di ragukan lagi.

 
“Atas nama pemerintah kami perlu menyampaikan apresiasi kepada KPI telah membantu pemerintah dengan menggagas program yang sangat bagus dan kaum perempuan,” tegas Samuel. (mg-02/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz