Jumat, 27 April 2018 | 08:48
23

Manchester City Bisa tanpa Gelar

MANCHESTER City bisa tak mendapat gelar satu pun musim ini. Dengan tujuh laga tersisa hingga akhir musim, kans juara skuat Manuel Pellegri itu sangat tipis. City juga sudah tersingkir di
Piala FA dan Liga Champions. Salah satu penyebab City menjauh dari trofi Liga Primer karena kekalahan 1-2 dari Crystal Palace Selhurst Park dini hari kemarin.

 

Padahal juara musim lalu itu tampil dominan, tapi cuma bisa bikin satu gol lewat Yaya Toure (78’). Palace yang lebih banyak bertahan malah bisa mencetak dua gol melalui Glenn Murray (34’) dan Jason Puncheon (48’). Dengan demikian dalam tujuh pertandingan terakhirnya, City cuma menang dua kali dan kalah lima kali. Kini the Citizens tercecer di posisi keempat klasemen sementara dengan 61 poin.

 

Mereka ada di bawah Chelsea (70 poin), Arsenal (63 poin), dan Manchester United (62 poin). Hasil itu membuat Pellegrini hampir dipastikan dipecat karena tak menghasilkan satu trofi pun musim ini. Meski demikian, mantan pelatih Real Madrid dan Malaga itu tak ciut nyali. Arsitek asal Cile itu pun tidak takut jika pemilik klub memberhentikannya. “Saya tak mengkhawatirkan
pekerjaan saya. Itu adalah hal yang tak pernah saya khawatirkan,” ucap Pellegrini di Sky Sports.

 
“Saya tak pernah takut soal itu. Saya melakukan pekerjaan saya. Saya sangat senang. Tim mungkin menjalani musim yang berat, tapi tak pernah khawatir soal saya,” lanjutnya. Pellegrini sebetulnya bukan pelatih ‘kelas dua.’ Ia menjadi pelatih pada 2013 menggantikan Roberto Mancini. Musim lalu Pellegrini mempersembahkan gelar Liga Primer dan Piala Liga (Capital One).

 
Musim ini City dan Chelsea sebenarnya sempat bersaing ketat di papan teratas klasemen. Keduanya bahkan sempat memiliki poin sama pada bulan Januari. Namun, sejak saat itu, performa City malah menurun. Selain terseok-seok di Liga Primer, City juga tersingkir dari Piala FA dan Liga Champions. Sejak itu City kian tertinggal dari Chelsea. Adapun, Arsenal dan Manchester United kini justru melampaui City.

 

Padahal, lima pekan silam, Arsenal dan United masih berada di belakang City dengan selisih enam dan tujuh poin. Jika menilik statistik, memang belum pernah ada tim Liga Primer yang bisa mempertahankan gelar juara sejak Manchester United terakhir kali melakukannya pada musim 2007/2008 dan 2008/2009. Setelahnya, tim-tim bergantian menjadi juara tiap musim.

 
Dimulai dari Chelsea (2010), MU (2011), lalu City (2012), MU (2013), dan terakhir City lagi (2014). “Ketika sebuah tim sudah berhasil menjadi juara, merekaharus kembali lagi dengan rasa lapar yang sama dan mereka tidak seperti itu. Mereka kehilangan rasa lapar itu. Mereka berada di puncak gunung, lalu terjun bebas,” ujar pundit Sky Sports Gary Neville.

 
Langkah krusial Soal kemenangan atas City itu, pelatih Palace Alan Pardew menyebut bahwa timnya bertahan melalui momen-momen menegangkan. Dia juga mengatakan mencetak gol lebih
dulu merupakan sesuatu yang krusial. “Gol pertama bakal penting karena bakal menentukan mood pertandingan ini, dan kami berhasil mendapatkannya,” ujar Pardew kepada ESPNFC. “Ada beberapa momen menegangkan.

 
Saya menghitung ada 23 momen menegangkan, tetapi kami berhasil melaluinya. Mereka terus menekan kami. Mereka menciptakan gol yang luar biasa dan saya sempat merasa, mereka bakal memaksakan hasil imbang. Tapi, malam ini adalah malamnya kami,” imbuh mantan pelatih Newcastle United itu. (R-4)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz