Jumat, 20 April 2018 | 17:00
36

Luncurkan Beasiswa Miskin

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-19 Kota Kupang, melaunching bantuan 1.000 beasiswa kepada warga Kota Kupang yang orangtuanya kurang mampu. Pada launching itu, Wali Kota Jonas Salean menyerahkan secara simbolis bantuan beasiswa kepada dua orang siswa yang akan melanjutkan studi S-1 tahun ini.

 
Launching bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu itu diserahkan Jonas Salean saat upacara peringatan HUT ke-19 Kota Kupang di alun-alun Balai Kota Kupang, Sabtu (25/4). Dua perwakilan siswa dari 1.000 siswa penerima bantuan biaya pendidikan tersebut yakni Elwis Ramli (mahasiswa Undana Jurusan Perikanan), dan Eldy Navi (mahasiswa Politeknik Negeri Kupang).

 
Bantuan tersebut, kata Salean, diberikan kepada 1.000 anak yang orangtuanya kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1. Setiap tahun, Pemkot Kupang mengalokasikan Rp 2,5 juta per orang. Sehingga, dalam setahun dialokasikan dana dari APBD Kota Kupang sebesar Rp 2,5 miliar.

 

Sehingga, dalam empat tahun, Pemkot menggelontorkan Rp 10 miliar untuk bantuan biaya pendidikan kepada 1.000 mahasiswa. Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek mengatakan, launching bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu yang dilakukan Wali Kota Kupang Jonas Salean bertepatan dengan HUT ke-19 Kota Kupang
patut didukung.

 

Program bantuan bagi mahasiswa kurang mampu itu merupakan program yang baik untuk membantu peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Kota Kupang. Hanya saja, kata dia, dalam pelaksanaannya harus diawasi secara ketat, agar benar-benar disalurkan kepada mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu. Karena, bukan tidak mungkin, program yang begitu bagus yang dicanangkan Wali Kota, namun dalam pelaksanaannya tak tepat sasaran dan menyimpang dari tujuan utamanya.

 
Apalagi, sejauh ini belum dijelaskan secara rinci kriteria dan persyaratan pemberian bantuan pendidikan tersebut. Jika syarat dan kriteria penentuan orangtua kurang mampu sejauh ini belum disampaikan secara transparan kepada masyarakat, maka bisa saja dalam proses penentuannya akan bermasalah.

 
“Kita khawatirkan nasib bantuan pendidikan kepada 1.000 mahasiswa yang orangtuanya kurang mampu bisa salah sasaran. Jangan sampai yang terima justru orang-orang mampu dan yang dekat dengan pejabat,” katanya. Untuk itu, kata EwaldeTaek, jika proses rekrutmen penerima bantuan pendidikan itu belum dilakukan, Pemkot harus memikirkan mekanisme dan tata cara
perekrutan yang transparan dan jujur. Bahkan, kata dia, bila perlu harus dibentuk tim independen untuk melakukan proses seleksi yang bebas dari kolusi dan nepotisme. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz