Jumat, 27 April 2018 | 08:39
FOTO HAL 8 METRO MUTASI PENDUDUK copy

KTP Elektronik kembali Dicetak

JIKA sebelumnya pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dilakukan terpusat di Jakarta, kini Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang telah mencetaknya sendiri. Untuk perekaman data penduduk, hanya dapat dilakukan di kantor Camat Kelapa Lima.

 
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang David Mangi kepada wartawan, Jumat (17/4).  Dia mengatakan, terhitung sejak 1 April lalu, Dispendukcapil Kota Kupang, sudah mulai melakukan pencetakan e-KTP bagi warga Kota Kupang.

 
Menurutnya, pencetakan e-KTP tidak lagi dilakukan di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, tetapi sudah bisa dicetak di Kota Kupang. Tahap awal pencetakan e-KTP di Kota Kupang, lebih diprioritaskan kepada ribuan warga yang telah melakukan perekaman data sejak pencetakan masih dilakukan oleh kementerian.

 
“Ribuan data warga Kota Kupang yang telah melakukan e-KTP saat dikelola kementerian telah dikembalikan ke dinas, sehingga sisa perekaman yang ada, semuanya dicetak di Kupang,” katanya. Ia juga mengimbau kepada warga Kota Kupang yang belum melakukan perekaman e-KTP segera melakukan perekaman di kantor Camat Kelapa Lima agar semua warga bisa mengantongi KTP elektronik.

 

Proses pengurusan e-KTP, lanjut dia, tidak dipungut biaya sepeserpun. “Warga tidak usah takut ada biaya tambahan, karena pola perekaman hingga pencetakan di Dispendukcapil, masih sama seperti saat dikelola oleh Kementerian,” kata Mangi.

 
Meskipun sudah melakukan pencetakan e-KTP, David mengaku, pihaknya belum mengehntikan pencetakan KTP SIAK bagi warga Kota Kupang. Pencetakan KTP SIAK masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendadak dari warga Kota Kupang.

 
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang Moses Mandala mengatakan, pemerintah melalui Dispendukcapil harus serius memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada warga Kota Kupang. Dinas tak boleh mempersulit warga yang berniat mengurus administrasi kependudukannya.

 
Menurut Moses, penduduk wajib KTP juga harus sadar untuk mengurus KTP. Agar, saat dilakukan razia, tak ada lagi warga yang tak mengantongi identitas diri berupa KTP. “Kalau bisa diberi batas waktu. Kalau sampai batas waktu yang ditetapkan dan dilakukan razia dan ada warga tak kantongi kTP maka harus ditindak tegas,” tandasnya.

 
Kepala Seksi Mutasi Dispendukcapil Kota Kupang Helmit Markus mengatakan, saat ini, tingkat pengurusan KTP terus meningkat. Warga Kota Kupang mulai menyadari pentingnya KTP dalam hidupnya.

 
“Usai kita melakukan operasi KTP di beberapa titik di Kota Kupang, warga yang belum memiliki KTP datang sendiri ke kantor dan mengurusnya. Kita berharap, saat mengurus administrasi kependudukan lainnya, warga juga harus mengurusnya sendiri,” ujarnya.

 
Dia berharap, warga Kota Kupang lainya yang belum sama sekali memiliki data kependudukan, atau yang baru pindah dari daerah lain dan domisili di Kota Kupang, sebaiknya segera mengurus administrasinya. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz