Jumat, 20 April 2018 | 16:56
Warga mengumpulkan barang yang tersisa di antara reruntuhan rumah yang hancur akibat gempa besar di Desa Raman Kheel, lembah Panjshir, Afghanistan (522 x 391)
istimewa

Korban Gempa Lampaui 300 Jiwa

TIM penyelamat, kemarin, berjuang mencapai daerah yang terdampak gempa di wilayah Afghanistan dan Pakistan untuk menyalurkan bantuan bagi para korban seiring terus meningkatnya jumlah korban yang tewas dan terluka.

Gempa bumi berkekuatan 7,5 Skala Richter (SR) itu mengguncang wilayah utara Afghanistan dan Pakistan pada Senin (26/10). Pusat gempa berada jauh di bawah Pegunungan Hindu Kush di Provinsi Badakhshan, wilayah Afghanistan yang berbatasan dengan Pakistan, Tajikistan, dan Tiongkok.

Penduduk melaporkan getaran kuat dirasakan di Kota Islamabad, ibu kota Pakistan, dan Kota New Delhi, ibu kota India. Pihak berwenang di kedua negara tetangga Afghanis-tan itu juga mengeluarkan peringatan potensi gempa susulan yang kuat.

Hingga kemarin, gempa tektonik tersebut menewaskan lebih dari 335 orang. Sebagian besar korban tewas mendiami wilayah pegunungan. Pejabat Afghanistan dan Pakistan merinci korban yang tewas sebanyak 253 orang di Pakistan dan sedikitnya 82 orang di Afghanistan.

Korban terluka dilaporkan lebih dari 266 orang, seperti yang dikonfirmasi Menteri Urusan Bencana Afghanistan, Wais Ahmad Barmak. Gempa berkuatan 7,5 SR itu merusak ribuan rumah yang berada di wilayah Afghanistan dan Pakistan.

Korban tewas diprediksi bertambah seiring dengan bertambahnya waktu. Apalagi, di banyak wilayah Pegunung­an Hindu Kush yang menjadi lokasi pusat gempa, saluran komunikasi terputus sehingga membuat pengiriman bantuan terhambat.

Sebelum gempa terjadi pada akhir pekan lalu, bencana tanah longsor di wilayah pegunungan utara Pakistan kerap terjadi akibat hujan deras dan salju. Bencana tersebut telah menyebabkan ribuan wisatawan terdampar.

“Laporan awal menunjukkan banyak nyawa yang hi­lang, kerugian finansial yang besar di Badakhshan, Takhar, Na-ngarhar, Kunar, dan dae­rah lain, termasuk Ibu Kota Kabul,” kata Pemimpin Eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah.

Persingkat kunjungan
Media massa Pakistan melaporkan ribuan orang dilaporkan terpaksa menghabiskan malam di luar ruangan dalam suhu membeku. Ribuan warga juga menolak kembali ke rumah mereka karena khawatir terjadi gempa susulan.

“Upaya penyelamatan sedang berlangsung. Tenda, selimut, dan tikar disediakan,” ungkap Latifur Rehman, seorang pejabat manajemen bencana Pakistan, dari kota barat laut Peshawar.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah mendesak semua pihak terkait dan masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. “Saya menyerukan kepada semua warga Afghanistan, saudaraku, untuk membantu satu sama lain jika mereka berada di wilayah yang terkena bencana,” ujarnya.

Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif mempersingkat kunjungan kenegaraannya ke Inggris dan memutuskan kembali ke negaranya yang tengah menghadapi keadaan darurat nasional.

“Kami akan mencoba sebaik mungkin untuk menangani bencana ini menggunakan sumber daya kita sendiri,” tegas Sharif. (AFP/Aljazeera/I-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz