Jumat, 27 April 2018 | 08:45
index

Komisi V Pertanyakan Komitmen Disnakertrans

KOMISI V DPRD NTT mempertanyakan komitmen Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTT dalam upaya menyelesaikan masalah human trafficking di NTT. Karena, ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Lombok, NTB untuk mendalami pola pelayanan terpadu bagi TKI, Kadis Disnakertrans maupun pejabat yang mewakili tak serius melaksanakan tugas.

 
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Kasimirus Kolo, dan anggota Komisi V Aleta Baun, kepada VN, Senin (20/4). Kasimirus sangat menyayangkan sikap Kadis Nakertrans yang sebelumnya menyatakan kesediaan untuk mendampingi Dewan dalam kunker tersebut, namun pada saat pelaksanaan tidak berkesempatan hadir, dan malahan mengutus perwakilannya.

 
Ironisnya, kata dia, Kabid dari Disnakertrans NTT baru muncul di kantor pelayanan TKI terpadu satu pintu, setelah Dewan selesai berdialog dengan pemerintah setempat dan melakukan sharing. Staf dari Disnakertrans tersebut hanya datang mengkopi file-file data yang ada di kantor tersebut tanpa mengikuti diskusi cerdas tersebut.

 
Dirinya menilai sikap tersebut menunjukkan ketidakseriusan Disnakertrans dalam menuntaskan masalah human trafficking. Idealnya, pemerintah dalam hal ini Disnakertrans sebagai eksekutor mengikuti, dan mendalami informasi di kantor pelayanan TKI terpadu satu pintu di NTB sebagai bahan masukkan dan referensi untuk dikembangkan di NTT. Bukan malah sebaliknya hanya untuk mengkopi file lalu menghilang dari tempat kegiatan.

 
Anggota Komisi V DPRD NTT Aleta Baun mengaku sangat menyayangkan sikap utusan Disnakertrans tersebut. Menurut Aleta, perilaku pejabat eselon III tersebut menunjukkan bahwa mental birokrat di NTT adalah mental turis yang melakukan wisata, ketika mengemban tugas yang dibiayai dari uang rakyat. (yan/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz