Sabtu, 21 April 2018 | 19:19
PLN-di-demo

Komisi IV Berniat Audit PLN

KOMISI IV DPRD Provinsi NTT tengah mencari pakar atau ahli untuk melakukan audit manajemen PT PLN (Persero) Wilayah NTT khususnya kerugian negara akibat seringnya terjadi pemadaman listrik di Kota Kupang dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir.

 
Dewan menduga ada permainan yang dilakukan managemen PT PLN NTT untuk meraup keuntungan dari pemadaman yang dilakukan. Lebih khusus lagi  keuntungan dari BBM (solar) yang digunakan generator Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

 
Hal tersebut dikemukakan anggota Komisi IV DPRD NTT dari Fraksi Demokrat Boni Jebarus dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV bersama managemen PT PLN Wilayah NTT, Senin (13/4).

 
Dalam rapat tersebut Jebarus mengatakan, diduga PLN selama ini melaporkan ke PLN Pusat bahwa pelayanan listrik di NTT tidak bermasalah dan selalu menyala selama 24 jam.  “Di lapangan kan selalu padam. Kita tidak tahu seperti apa laporan managemen ke Pusat. Bisa saja dilaporkan selalu menyala 24 jam sehingga solarnya dianggap terpakai habis. Ini kan berbahaya dan sangat merugikan masyarakat,” tandasnya.

 
Anggota Komisi IV Kardinan Leonard Kale Lena meminta PLN membenahi kinerja agar pelayanan yang diberikan benar-benar efektif dan efisien. Dan, jika tetap melakukan pemadaman bergilir, maka suatu saat bisa menimbulkan dampak hukum dari pelanggan.

 
Menyikapi itu, Manager Teknik PT PLN Wilayah NTT Taufik Eko mempersilakan Dewan mencari tenaga ahli listrik untuk melakukan perhitungkan kerugian negara. PLN Sambut Baik Ia menjelaskan, PLN murni ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan tanpa ada orientasi kepentingan tertentu. “Manajemen menyambut baik niat Dewan untuk mencari ahli guna melakukan perhitungan kerugian negara,” bebernya.

 
Manajer PT PLN (Persero) Area Kupang Maria Goreti mengatakan, penyebab terjadinya pemadaman adalah ketidaktersediaan daya mampu pembangkit. Salah satu pembangkit di PLTU Bolok tidak beroperasi, sehingga kekurangan daya.

 
Ketika ditanya, kapan unit PLTU Bolok itu kembali beroperasi, dia mengaku, bukan kewenangannya untuk menjawab karena bukan tanggung jawab PLN Area. “PLN Area Kupang hanya melayani distribusi tenaga listrik saja, dan yang punya domain terkait pengoperasian kembali PLTU itu ada di PLN sektor, karena PLN sektorlah yang khusus mengurusi pembangkit listrik,” ujarnya.

 
Dia mengatakan, jika pemadaman itu terjadi karena bukan kesengajaan pasti tidak diberitahukan terlebih dahulu. “Kalau pemadaman yang terjadi seperti karena kapasitas pembangkit, itu dikategorikan terencana, dan itu pasti kami umumkan,” katanya. (mg-05/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz