Minggu, 22 April 2018 | 18:28
Untitled-3 copy

KNPI Tolak Tambang Wakapsir

KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Alor secara tegas menolak aksi penambangan timah hitam di Desa Wakapsir Timur, Kecamatan Alor Barat Daya (Abad). KNPI beralasan, tambang akan menghancurkan lingkungan dan merugikan warga setempat.

 
Penolakan tersebut disampaikan KNPI Alor dalam aksi damai di kantor Bupati Alor dan kantor DPRD Kabupaten Alor, Kamis (23/4). KNPI mendesak Bupati Alor Amon Djobo untuk mencabut surat keputusan (SK) perizinan tambang di Wakapsir Timur.

 
KNPI Alor menilai, izin tambang yang dikeluarkan Bupati Alor tidak tepat, karena Alor bukan dikenal dengan daerah pertambangan, tetapi daerah pariwisata, peternakan, dan pertanian. Bagi KNPI, tambang justru akan merusak alam Alor dan berdampak buruk bagi kehidupan warga di sekitar lokasi tambang.
“Segera cabut izin tambang di Wakapsir Timur, karena akan merusak alam Alor. Alor dikenal dengan daerah pariwisata bukan daerah pertambangan. Alor dikenal dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal, potensi kelautan dan perikanan. Alam Alor dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Sekretaris KNPI Alor Dematrius Mautuka.

 
Mautuka mendesak DPRD Kabupaten Alor agar memberikan dukungan politik dengan menolak tambang di Wakapsir Timur. Menurutnya, sebagai contoh tambang di Halerman tidak memberikan nilai ekonomis bagi warga di sekitar lokasi tambang.

 
“Kami minta dukungan DPRD Alor mendesak pemerintah untuk menghentikan aktivitas pertambangan di Wakapsir, dan tidak perpanjang izin perusahaan itu. Sebab, tidak pernah ada tambang yang menyejahterakan rakyat. Ini mafia – mafia yang menghancurkan perut bumi di daerah ini, kami akan lawan. Kita tidak pernah hidup dengan tambang, tapi hidup dengan pisang dan ubi,” tegas Mautuka.

 
Ketua KNPI Alor Donny M Mooy juga meminta Bupati Alor untuk segera mencabut izin tambang di Wakapsir Timur. Menurutnya, tambang di mana- mana akan menghancurkan ekonomi dan pertanian warga sekitar. Hal senada juga diungkapkan aktivis KNPI lainnya, Nathan Mamplani, Boy Seli, dan Lomboan Djahamouw.

 
Pantaun VN kemarin, aksi damai KNPI Alor juga berlangsung di depan kantor Kejari Kalabahi. Dalam aksi itu, KNPI mendesak jaksa untuk mengusut sejumlah kasus korupsi. Termasuk proyek jalan di Halerman dan Manetwati yang dikerjakan oleh CV Michele Michael, termasuk dugaan korupsi dana Rp 500 juta di Bappeda Alor.

 
Sementara itu, aksi di depan kantor Bupati dan DPRD sempat mengganggu jalannya sidang paripurna LKPj yang dihadiri Bupati Alor Amon Djobo. Aksi tersebut mendapat pengawalan puluhan aparat Polres Alor dan Satpol PP dan anggota Linmas. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz