Jumat, 20 April 2018 | 17:03
FOTO HAL REGIONAL MALAKA copy

Kemungkinan Nai Ulu tak Diperpanjang

MASA jabatan Penjabat Bupati Malaka Herman Nai Ulu kemungkinan tidak diperpanjang. Sehingga, Herman akan bertarung dalam Pilkada Malaka.  Sumber VN menyebutkan, nama Herman tidak diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melanjutkan masa tugasnya sebagai Penjabat Bupati sebelum Kabupaten Malaka memiliki Bupati yang definitif.

 

 

Disebut-sebut, ada tiga nama yang diusulkan yakni Kepala BKD Provinsi NTT Eman Kara, Sekda Malaka Donatus Bere, dan Zakharias Moruk, Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT.  Dengan berakhirnya masa tugasnya, Herman tentu akan kembali ke Kupang. Herman akan kembali bertugas di lingkup Pemprov NTT sebagai PNS.

 
Diminta Maju Mikhael Bria, tokoh pejuang pemekaran mengatakan, Malaka harus dibangun dengan budaya di atas landasan sejarah. Figur Herman dikenal dan mengenal. Katanya, kepemimpinannya tidak arogan, peduli, dan terbuka menerima siapa saja. Malaka sebagai pusat tradisi dan warisan budaya sangat membutuhkan pemimpin yang berbudaya.

 
Sehingga, kata Mikhael, kalau masa tugas tidak diperpanjang, maka Herman akan diminta kesediaannya untuk bertarung dalam pilkada.   “Selama ini, kami harapkan supaya Pak Herman harus maju. Sehingga, kalau masa tugasnya tidak diperpanjang maka itu lebih baik,” katanya.

 
Mikhael menambahkan, Herman merupakan putera Malaka tengah yang mendapat dukungan cukup luas. Sehingga, kalau nantinya tampil dalam pilkada maka sangat mengganggu kandidat lain seperti Stefanus Bria Seran dan Taolin Ludovikus. Herman pasti akan mendulang suara di wilayah bagian tengah dengan jumlah pemilih terbesar di Kabupaten Malaka. “Herman merupakan ‘kuda hitam’ yang jika maju dalam pilkada bisa menang,” ujarnya.

 
Ketua Biti Bot Malaka Paulus Edmundus Klau membenarkan bahwa masyarakat menghendaki Herman maju dalam Pilkada jikalau masa tugasnya tidak diperpanjang. Menurutnya, tampilnya Herman bukan merupakan kemauannya sendiri, akan tetapi harapan sebagian masyarakat Malaka. “Pak Ludo dan Pak Stef punya dukungan massa yang sama di wilayah tengah. Sehingga kalau Pak Herman maju, maka suara kepada dua figur itu sangat terganggu,” katanya.

 
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Herman tidak diperpanjang masa tugasnya, karena Gubernur NTT Frans Lebu Raya mempersiapkan pejabat lain untuk mengamankan paket PDIP menuju Pilkada Malaka.  Menurut sumber VN, Herman dianggap kurang mendukung Stefanus Bria Seran yang akan menggunakan pintu PDIP dalam pertarungan Pilkada. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz