Jumat, 27 April 2018 | 08:58
53

Kemenkop Perluas Layanan IUMK di NTT

KEMENTERIAN Koperasi (Kemenkop) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memperluas dan meluncurkan layanan untuk memperoleh Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) di NTT.
Disaksikan VN di Alun-alun Balai Kota Kupang, Senin (27/4), usaha itu dilakukan Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dengan peluncuran Kartu IUMK,

 

penyerahan surat dan kartu IUMK kepada UKM Kamboja yang mengembangkan jenis usaha abon dan dendeng ikan di Kecamatan Kelapa Lima, UKM Suzuka yang mengembangkan jenis usaha se’i ikan dari Kecamatan Oebobo, UKM Cinta Damai dengan jenis usaha jagung goreng di Kecamatan Maulafa, UKM Berkat dengan jenis usaha sambal di Kecamatan Kota Raja, UKM Charles dengan jenis usaha keripik dan ikan bakar di Kecamatan Kota Lama, dan UKM Putri dengan jenis usaha kacang sembunyi dari Kecamatan Alak.

 
Pada kesempatan yang sama juga, Puspayoga menyerahkan bantuan kepada koperasi yang ditetapkan sebagai penyalur pupuk bersubsidi yakni Koperasi Pertanian Gema Palagum dan Pusat Koperasi Unit Desa NTT. Akta pendirian gratis juga diserahkan kepada KSP Harapan Kasih Oebufu, KSP Sahabatku, dan KSP Santo Petrus Rosul.

 
Sementara sertifikat hak cipta bagi pelaku UKM diserahkan kepada Welmince Lulu Ratu untuk tenun ikat sabu corak bunga ros dan Nofer Linda Kani untuk tenun ikat sabu corak bunga matahari.
Dalam sambutannya, Puspayoga mengingatkan pentingnya distribusi kewenangan dalam membina pelaku koperasi dan usaha mikro kecil menengah.

 

“Saya ingin dalam lima tahun ke depan bisa terbangun sinergisitas antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan pemerintah daerah, sebab tanpa sinergi tidak akan ada program yang bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Puspayoga.

 
Pembinaan usaha mikro, kata dia, menjadi tanggung jawab Pemkab dan Pemkot, usaha kecil menjadi tanggung jawab Pemprov, dan usaha menengah plus kebijakan dan regulasi menjadi tanggung jawab Kemenkop.

 
Salah satu bentuk sinergisitas dan koordinasi yang dibangun adalah dengan pemberian kartu mikro kecil melalui kecamatan. Program-program penataan PKL, pasar tradisional, diharapkan agar para kepala dinas berkoordinasi dengan Dirjen dan Deputi di Kementerian Koperasi agar program-program sinergi dapat berjalan baik.

 
Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni mengatakan, peluncuran produk memperpendek izin usaha mikro, kecil yang hanya sampai di tingkat kecamatan sangat membantu para pengusaha dan mendukung kemajuan usaha mereka.

 
Wali Kota Kupang Jonas Salean mengatakan, kehadiran Menkop dan UKM untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat, sekaligus menjaring aspirasi khususnya di bidang perkoperasian. (C-1)

Berita Terkait Hal 10

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz