Kamis, 26 April 2018 | 23:28
30

Kembangkan Bakat untuk Usaha Pangkas Rambut

TEMPAT usahanya sederhana, tetapi kualitas pelayanan harus istimewa. Itulah prinsip yang dipegang Fransiskus Funai, pemilik Pangkas Rambut Ances yang terletak di Jalan Sitarda, Kelurahan Lasiana, Kecematan Kelapa Lima, Kota Kupang ini.

 
Dalam bincangannya dengan VN, Senin (6/4), pria yang masih bestatus mahasiswa ini mengungkapkan, untuk mengembangkan usahanya itu, ia hanya bermodalkan pengalaman. Jangankan pelatihan, kursus memangkas rambut tidak pernah disentuh sebelumnya.

 
“Saya bangga karena bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil keringat saya. Lebih dari itu, saya bersyukur karena Tuhan sudah menganugerahkan bakat ini kepada saya. Saya tidak pernah belajar atau kursus pangkas rambut. Hanya andalkan bakat yang ada di dalam diri saya,” ujarnya.

 
Dengan modal bakat itu, tahun 2013 silam ia mencoba untuk mengembangkan usahanya. “Saya mulai usaha ini dengan modal Rp 2 juta. Uang itu saya peroleh dari hasil menari pada saat Sail Komodo lalu,” jelas anak pertama dari enam bersaudara itu.  Ia menjelaskan pula bahwa nama Ancis pada pangkas rambutnya itu merupakan namanya sendiri yang ia maknai sebagai ‘anak cerdas’.

 
“Sesuai nama itu maka saya harus cerdas melayani para pelanggan saya. Sebab saya bermimpi, usaha saya ini semakin berkembang lebih luas usai wisuda nanti,” ujar mahasiswa semester delapan jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Kupang ini.

 
Berkat ketelatenan dan service yang maksimal kepada para pelanggannya, sampai saat ini, setiap hari, ia bisa memperoleh Rp 100 ribu. “Dengan hasil ini, saya sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup saya sendiri dan membantu meringankan beban orangtua untuk membayar SPP saya,” jelasnya.

 
Dia juga ingin memotivasi anak-anak muda di Kupang agar tidak membuang waktu di jalan. Waktu perlu dimanfaatkan untuk membuka usaha sendiri, karena kemampuan itu juga dimiliki oleh semua anak muda, hanya saja banyak yang membuang peluang tersebut.

 

“Bagi pemuda yang berjiwa usaha teruslah berjuang mengembangkan minat dan bakat dalam mengembangkan usaha, mengingat, dunia pekerjaan sekarang semakin susah, banyak ditemui para sarjana yang menganggur. Hilangkan budaya malu dan terus berusaha,” pungkasnya. (renny lenggu/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz