Minggu, 22 April 2018 | 18:24
8

Kejari Soe Tahan Dua Tersangka Korupsi

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Soe, Selasa (14/4) petang, menahan dua tersangka kasus korupsi dana proyek percetakan sawah di Kecamatan Polen yakni Ketua PPK Yanuadi Purbo dan Salmun Pas. Perbuatan kedua tersangka merugikan negara Rp 1 miliar lebih.

 
Kedua tersangka ditahan setelah menjalani pemeriksaan terpisah sekitar delapan jam. Tersangka Yaniadi diperiksa langsung Kepala Kejari (Kajari) Soe Oscar Douglas Riwoe, dan Salmun Pas diperiksa Kasi Pidsus Arry Verdiana. “Kedua tersangka ditahan karena terbukti merugikan negara. Bukti lapangan dan pemeriksaan tim dari Politani terbukti bahwa proyek percetakan sawah itu tidak tuntas tapi uangnya cair 100 persen,” jelas Kajari Oscar kepada wartawan.

 
Dia menjelaskan, tersangka Yanuadi bertanggung jawab terhadap pencairan dana proyek dimana dana proyek dicairkan semua tanpa melihat kondisi fisik proyek di lapangan dan cross check
terhadap 15 kelompok tani. “Ketua PPK mengakui ada kelompok tani yang terima uang dan ada yang tidak,” katanya. Ditanya mengenai kapasitas tersangka Salmun Pas, Oscar mengatakan bahwa
yang bersangkutan tidak jelas kapasitasnya dalam proyek tetapi menerima uang proyek sebesar Rp 308 juta.

 

Uang itu diterimanya dari kelompokkelompok tani. “Tersangka Salmun Pas itu kapasitasnya tidak jelas sebagai apa tapi menerima uang dari kelompok tani. Karena itu dia kita tahan untuk diselidiki lebih jauh,” katanya. Kedua tersangka ditahan selama 21 hari guna memperlancar proses pemberkasan. “Kalau tidak tahan, saat kita panggil untuk periksa bisa jadi banyak alasan. Jadi kita tahan supaya prosesnya lebih lancar dan cepat,” jelasnya.

 

Tersangka dalam kasus tersebut, lanjut Oscar, akan bertambah. Sebab, sesuai keterangan sementara dari kedua tersangka, ada salah satu dari empat CV yang mengerjakan proyek tersebut, sudah mengambil uang tapi sama sekali tidak melakukan aktivitas. “Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lagi,” katanya.

 

Penasehat hukum kedua tersangka, Bill Nope mengatakan, pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Kejari setempat. “Penahanan merupakan kewenangan penyidik dan kami tentu akan ajukan penangguhan penahanan sesuai aturan,” katanya. Disaksikan VN, tersangka Salmun Pas digiring ke mobil tahanan pada pukul 17:27 Wita, disusul Yanuadi. Proses penahanan kedua tersangka tidak dihadiri kerabat dan anggota keluarga kedua tersangka. (lys/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz