Jumat, 27 April 2018 | 08:47
20

Kasus TKW Mabar Ditangani Polda

KAPOLRES Manggarai Barat (Mabar) Abraham Jules Abas menegaskan bahwa kasus tujuh TKW yang diamankan anak buahnya di Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (26/3), ditangani Polda NTT. Kasus itu sudah dilimpahkan ke Polda NTT jadi kasus itu tetap diproses.

 
Penegasan itu disampaikannya kepada VN, pekan lalu, menanggapi pernyataan Kabid Humas Polda NTT yang menyatakan kasus yang menimpa tujuh calon TKW itu ditangani oleh Polres Mabar.
“Rahmawati (pengantar para calon TKW) yang pada saat diamankan bersama para calon TKW ditangani Polda NTT. Lokusnya bukan di Mabar, kewenangannya Polda NTT untuk tindak lanjuti,” ujarnya.

 
Dirinya menepis bahwa Rahmawati tidak diproses. “Siapa bilang tidak ada penanganan? Polres Mabar sudah melimpahkan ke Polda NTT untuk proses lebih lanjut. Saya sudah menjelaskan ke Bapak Kapolda bahwa para TKW bersama perekut sudah dikirim ke Kupang. TKW saja sudah sampai di kupang, mana mungkin perekrut tidak ada di Polda?” tegasnya.

 
Dia mengakui, pelimpahannya ke Polda NTT disaksikan langsung oleh pemerhati kasus trafficking Romo Leo Mali. “Ketika para TKW dan perekrut hendak ke Kupang, Romo Leo ikut menyaksikan. Ndak mungkinlah kalau kasus itu tidak ditangani,” Kata Abas.

 
Bahkan dirinya menantang siapa yang dari Polda NTT yang tidak mengetahui penanganan kasus itu. “Masa Humas Polda ngomong gitu?. Sudah kita limpahkan kok,” ujarnya Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT AKBP Agus Santosa yang dikonfirmasi terkait penanganan kasus yang menimpa tujuh calon TKW yang diamankan itu, mengatakan bahwa Polda NTT tidak pernah menerima laporan apa pun dari Polres Manggarai Barat terkait penyerahan ketujuh calon TKW tersebut.

 

“Penanganan para calon TKW tersebut diproses oleh Polres Manggarai Barat, sementara kami di sini sama sekali tidak diberikan laporan tersebut. Bahkan, kami telah mengkonfirmasi kepada Polres di sana dan semuanya ditangani di sana,” ujarnya.

 
Romo Leo Mali saat menyaksikan pengamanan tujuh calon TKW itu meminta polisi mengungkap kasus tersebut, terlebih terhadap Rahmawati (pengantar para TKW) yang tidak mau mengakui PJTKI yang menaunginya,” ujarnya.

 
Salah satu calon TKW Marce Suan yang ditemui VN menyebutkan, dia bersama rekan-rekannya direkrut PT DKR yang letaknya di belakang Masjid, Perumnas Kupang. Tetapi hingga dipulangkan Dinas Sosial Provinsi NTT, pada Kamis (2/4), mereka tidak dimintai keterangan oleh polisi terkait perekrut maupun pengantar yang bernama Rahmawati. “Hingga kami dipulangkan kami tidak diperiksa di Polda. Tidak tau kenapa bisa seperti itu,” ujarnya. (tia/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz