Jumat, 23 Februari 2018 | 02:39
SEGEL KANTOR: Beberapa karyawan memasang balok pada pintu masuk kantor PDAM Soe, kemarin, sebagai simbol penyegelan kantor. Aksi karyawan tersebut karena gaji mereka belum dibayar. VN/LEKSI SALUKH.
SEGEL KANTOR: Beberapa karyawan memasang balok pada pintu masuk kantor PDAM Soe, kemarin, sebagai simbol penyegelan kantor. Aksi karyawan tersebut karena gaji mereka belum dibayar. VN/LEKSI SALUKH.

Karyawan PDAM Soe Segel Kantor

SELURUH karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Soe, Kamis (31/3) menyegel pintu kantor PDAM setempat dan melakukan mogok kerja karena belum menerima upah. Aksi tersebut dilakukan setelah karyawan mengetahui bahwa PLN juga sudah memutuskan jaringan listrik pada mesin di tiga sumber air karena PDAM belum membayar tagihan listrik.
Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Soe Lely Hayer di sela-sela aksi segel pintu kantor PDAM mengatakan, aksi itu dilakukan secara spontan oleh karyawan karena semua hak karyawan selama sebulan terakhir belum dibayar. “Semua belum terima gaji bulan Maret dan tadi (kemarin) pagi begitu dapat informasi bahwa PLN sudah putuskan jaringan listrik, maka semua karyawan spontan mogok dan pasang palang kayu di pintu kantor,” katanya.
Meteran listrik pada tiga mesin di tiga sumber air yang diputuskan PLN yakni di sumber air Oenasi, Oe Huki Satu dan Oe Huki Dua. Jaringan listrik diputus PLN pada Rabu (30/3) petang.
Menurut dia, keterlambatan pembayaran hak karyawan dan kewajiban PDAM lainnya itu karena belum adanya pejabat direktur PDAM setelah Direktur PDAM Soe Yan Nenotek ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polres TTS pada 28 Februari lalu. “Kita terkendala belum adanya pejabat yang berwewenang mengantikan direktur sebagai Kuasa Penguna Anggaran dalam pencaiaran uang untuk bayar gaji maupun bayar tagihan listrik,” ujarnya.
Dia menuturkan, sejak Direktur ditahan sebagai tersangka, pihaknya bersama semua karyawan sudah membuat surat permohonaan kepada Pemkab TTS meminta ditunjuk pejabat sementara agar proses administrasi bisa berjalan lancar, namun belum direspons. “Tanggal 4 Maret kami kirim surat tapi tidak respons sehingga kami sulit cairkan dana. Sebab, cairkan dana di bank perlu tanda tangan pejabat yang berwenang,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa PLN memutuskan jaringan listrik pada tiga mesin listrik di sumber air yang dipergunakan PDAM untuk melayani pelanggan. Sebab, tunggakan listrik mencapai 48,9 juta belum dibayar.
“Tanggal 22 Maret kita koordinasi dengan PLN minta kebijakan tapi karena sudah akhir bulan belum bayar juga jadi dikasih putus listriknya,” bebernya.
Diakuinya, aksi mogok dan segel kantor mengakibatkan pelayanan publik macet total. “Iya hari ini tidak layani karena karyawaan sudah sepakat untuk segel pintu dan mogok kerja sampai bupati menempatkan pejabat direktur atau Plh,” katanya dibenarkan sejumlah karyawan.
Dia menambahkan, PDAM Soe memiliki pelanggan mencapai 6.800 sambungan rumah (SR), dan yang terkena dampak dari pemutusan jaringan listrik PLN, sekitar 5.000 pelanggan. “Pelanggan Kota Soe kesulitan karena air tidak mengalir,” jelasnya.
Pantauan VN, anggota DPRD NTT Jhoni Army Konay yang mendengar aksi tersebut turun memantau dan mendengar aspirasi karyawan PDAM. Setelah mendapatkan penjelasan, Army melakukan komunikasi dengan Bupati TTS Paul VR Mella dan meminta untuk segera mengatasi persoalan tersebut karena PDAM merupakan objek vital.
Setelah menelpon Bupati Mella diperoleh respons bahwa sudah disiapkan SK untuk pelaksana tugas Direktur PDAM dan sudah dilakukan koordinasi dengan PLN untuk menyambung kembali aliran listrik yang sudah diputus. “Pak Bupati saya telepon tadi bilang sudah ada SK Plt jadi tinggal tanda tangan,” katanya.
Bupati Mella yang hendak dikonfirmasi kemarin, tidak berkantor dengan alasan sakit. Sedangkan Wakil Bupati Obet Naitboho ditemui di ruang kerjanya mengatakan, SK Plt Direktur PDAM telah disiapkan.
“Bupati tidak masuk tapi SK akan diantar untuk diparaf di rumah oleh Kabag Ekbang,” ujarnya dibenarkan Kabag Ekbang Melianus Selan yang sudah memegang SK dimaksud.
Sore kemarin, salah seorang karyawan PDAM bernama Kung menelepon VN mengabarkan bahwa karyawan sudah membuka segel kantor setelah tahu bahwa Bupati sudah meneken SK Plt Direktur PDAM. “Sedangkan gaji karena jam sudah lewat, sudah sore sehingga besok baru cair,” kata Kung.
Dia menaambahkan, yang ditunjuk sebagai Plt Direktur PDAM adalah Kabag Administrasi dan Keuangan Lely Hayer. “SK sudah menunjuk Ibu Lely, jadi kita sudah bisa kembali bekerja. Kami juga mohon maaf karena hari ini pelanggan yang hendak bayar tidak bisa dlayani,” katanya. (lys/D-1)SELURUH karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Soe, Kamis (31/3) menyegel pintu kantor PDAM setempat dan melakukan mogok kerja karena belum menerima upah. Aksi tersebut dilakukan setelah karyawan mengetahui bahwa PLN juga sudah memutuskan jaringan listrik pada mesin di tiga sumber air karena PDAM belum membayar tagihan listrik.
Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Soe Lely Hayer di sela-sela aksi segel pintu kantor PDAM mengatakan, aksi itu dilakukan secara spontan oleh karyawan karena semua hak karyawan selama sebulan terakhir belum dibayar. “Semua belum terima gaji bulan Maret dan tadi (kemarin) pagi begitu dapat informasi bahwa PLN sudah putuskan jaringan listrik, maka semua karyawan spontan mogok dan pasang palang kayu di pintu kantor,” katanya.
Meteran listrik pada tiga mesin di tiga sumber air yang diputuskan PLN yakni di sumber air Oenasi, Oe Huki Satu dan Oe Huki Dua. Jaringan listrik diputus PLN pada Rabu (30/3) petang.
Menurut dia, keterlambatan pembayaran hak karyawan dan kewajiban PDAM lainnya itu karena belum adanya pejabat direktur PDAM setelah Direktur PDAM Soe Yan Nenotek ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polres TTS pada 28 Februari lalu. “Kita terkendala belum adanya pejabat yang berwewenang mengantikan direktur sebagai Kuasa Penguna Anggaran dalam pencaiaran uang untuk bayar gaji maupun bayar tagihan listrik,” ujarnya.
Dia menuturkan, sejak Direktur ditahan sebagai tersangka, pihaknya bersama semua karyawan sudah membuat surat permohonaan kepada Pemkab TTS meminta ditunjuk pejabat sementara agar proses administrasi bisa berjalan lancar, namun belum direspons. “Tanggal 4 Maret kami kirim surat tapi tidak respons sehingga kami sulit cairkan dana. Sebab, cairkan dana di bank perlu tanda tangan pejabat yang berwenang,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa PLN memutuskan jaringan listrik pada tiga mesin listrik di sumber air yang dipergunakan PDAM untuk melayani pelanggan. Sebab, tunggakan listrik mencapai 48,9 juta belum dibayar.
“Tanggal 22 Maret kita koordinasi dengan PLN minta kebijakan tapi karena sudah akhir bulan belum bayar juga jadi dikasih putus listriknya,” bebernya.
Diakuinya, aksi mogok dan segel kantor mengakibatkan pelayanan publik macet total. “Iya hari ini tidak layani karena karyawaan sudah sepakat untuk segel pintu dan mogok kerja sampai bupati menempatkan pejabat direktur atau Plh,” katanya dibenarkan sejumlah karyawan.
Dia menambahkan, PDAM Soe memiliki pelanggan mencapai 6.800 sambungan rumah (SR), dan yang terkena dampak dari pemutusan jaringan listrik PLN, sekitar 5.000 pelanggan. “Pelanggan Kota Soe kesulitan karena air tidak mengalir,” jelasnya.
Pantauan VN, anggota DPRD NTT Jhoni Army Konay yang mendengar aksi tersebut turun memantau dan mendengar aspirasi karyawan PDAM. Setelah mendapatkan penjelasan, Army melakukan komunikasi dengan Bupati TTS Paul VR Mella dan meminta untuk segera mengatasi persoalan tersebut karena PDAM merupakan objek vital.
Setelah menelpon Bupati Mella diperoleh respons bahwa sudah disiapkan SK untuk pelaksana tugas Direktur PDAM dan sudah dilakukan koordinasi dengan PLN untuk menyambung kembali aliran listrik yang sudah diputus. “Pak Bupati saya telepon tadi bilang sudah ada SK Plt jadi tinggal tanda tangan,” katanya.
Bupati Mella yang hendak dikonfirmasi kemarin, tidak berkantor dengan alasan sakit. Sedangkan Wakil Bupati Obet Naitboho ditemui di ruang kerjanya mengatakan, SK Plt Direktur PDAM telah disiapkan.
“Bupati tidak masuk tapi SK akan diantar untuk diparaf di rumah oleh Kabag Ekbang,” ujarnya dibenarkan Kabag Ekbang Melianus Selan yang sudah memegang SK dimaksud.
Sore kemarin, salah seorang karyawan PDAM bernama Kung menelepon VN mengabarkan bahwa karyawan sudah membuka segel kantor setelah tahu bahwa Bupati sudah meneken SK Plt Direktur PDAM. “Sedangkan gaji karena jam sudah lewat, sudah sore sehingga besok baru cair,” kata Kung.
Dia menaambahkan, yang ditunjuk sebagai Plt Direktur PDAM adalah Kabag Administrasi dan Keuangan Lely Hayer. “SK sudah menunjuk Ibu Lely, jadi kita sudah bisa kembali bekerja. Kami juga mohon maaf karena hari ini pelanggan yang hendak bayar tidak bisa dlayani,” katanya. (lys/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz