Jumat, 20 April 2018 | 17:04
28

Kapolres Diminta Adil Beri Hukuman

KAPOLRES Kupang AKBP Michael Ken Lingga diminta adil dan bijak dalam menjatuhkan sanksi terhadap Bripka Muhamad Kadir Dulla.  Demikian disampaikan tokoh masyarakat Amarasi Thimotius Abineno dan Allimudin, suami JM (pasangan selingkuh Muhamad Kadir).

 
Thimotius, mantan anggota Polri mengatakan, Kapolres seharusnya menindak tegas oknum anggota yang melakukan perbuatan tercela dan mencoreng nama lembaga kepolisian. “Oknum anggota yang melakukan perbuatan bejat seharusnya diberikan sanksi berupa pemecatan dengan tidak hormat, agar memberi efek jera bagi anggota lain. Karena, polisi tugasnya melindungi dan mengayomi bukan merusak orang lain,” tegasnya.

 
Dia menegaskan, jika Kapolres membiarkan dan tidak memberikan sanksi tegas, maka tidak ada efek jera bagi anggota lain. Bahkan, nantinya banyak anggota yang melakukan tindakan kejahatan, akibat karena tidak ada sanksi tegas dari institusi. “Perlu ketegasan pimpinan, supaya ke depan tidak adalagi anggota yang berperilaku buruk dan mencoreng institusi Polri,” katanya.

 
Allimudin, suami JM (pasangan selingkuh Muhamad Kadir) meminta Kapolres Kupang bisa memperjelas kasus yang sudah lama menggantung. Menurutnya, penanganan kasus sejak tahun 2012 lalu menggantung di Polres Kupang, padahal sudah ada putusan Pengadilan Negeri Oelamasi yang memvonis pelaku empat bulan hukuman percobaan.

 

Tapi lembaga kepolisian tidak pernah ada sanksi disiplin, dari Kapolres terdahulu. Dia menambahkan, sebagai korban yang menunggu kepastian proses hukum, dirinya berharap Kapolres Kupang mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi berat, sesuai dengan perbuatan pelaku. “Sebagai suami, saya tersakiti. Akibat perbuatan oknum tersebut, rumah tangga saya hancur,” katanya.

 
Sebelumnya, dalam sidang kode etik yang dipimpin Wakapolres Kupang Kompol Ardi Sutriono, dengan anggota majelis Kabag Ops Kompol Yohanis Kobis, dan Kabag Ren Kompol Agus Lahede, Jumat (10/4) di Mapolres Kupang, Kasie Propam Ipda Yorsen Bilaut sebagai penuntut, menyatakan Muhamad Kadir terbukti melanggar kode etik kepolisian, sesuai PP Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Republik Indonesia Indonesian (Polri).  Dia terancam dipecat dari kedinasan Polri. Ipda Yorsen Bilaut menjelaskan, semua saksi yang dihadirkan membenarkan pelaku melakukan perselingkuhan, sehingga JM hamil dan melahirkan anak pada tahun 2012 lalu. (lys/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz