Sabtu, 21 April 2018 | 19:26

Kado Hilux Jelang Pilkada TTU

ADA banyak hal perlu diteliti jelang Pilkada. Hadiah, bingkisan dan sumbangan mulai ramai bermunculan. Intensinya pun bermacam-macam. Ada hadiah persahabatan, ucapan terima kasih dan sumbangan. Tak lupa pula hal itu sarat kepentingan politik. Bagi-bagi jatah sambil menunggu jatah balik dalam rupa suara saat Pilkada. Bagi-bagi mobil oleh Bupati TTU Raymundus Fernandes jelang Pilkada mengundang aneka dugaan.

 

Timing yang kurang tepat bila memang pemberian itu bertujuan mempermudah pelayanan instansi-instansi vertikal. Soalnya, bukan hanya Kejari TTU yang dapat tetapi juga beberapa instansi Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) seperti Kapolres, Dandim 1618/TTU, Kejaksaan Negeri, dan Kehakiman. Soalnya apa? Rasanya cara ini bukan hal baru jelang Pilkada.

 

Hiruk pikuk bercorak sumbangan, pemberian dan hadiah lumayan rawan dan sarat kepentingan. Tak bisa ditepis pula bila publik menganggapnya sebagai mantel pembungkus gratifikasi. Bisa
pula dianggap sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Perilaku ini telah menjadi bintik hitam perilaku politik mulai dari Pusat hingga daerah. Dengan demikian kita pun layak memeriksa motif di balik pembagian mobil-mobil tersebut.

 

Pemeriksaan pertama mestinya datang dari DPRD TTU. Sayangnya, Dewan pun menganggukinya kendati ada beberapa anggota dan fraksi yang menolak penganggaran tersebut. Persetujuan
mayoritas pun memuluskan pembagian mobil-mobil Hilux Double Gardan tersebut. Pemeriksaan lain layak dialamatkan ke instansi-instansi penerima mobil-mobil tersebut.

 

Sasaran pengecekan itu pada lembaga penegak hukum di tengah lambannya penanganan kasus korupsi seperti DAK yang diduga melibatkan pejabat Pemkab. Penerimaan mobil tersebut tentu mempengaruhi pengusutan kasus-kasus yang berkaitan dengan pemerintah. Kita mendorong agar pengadaan dan pembelian mobil- mobil tersebut perlu diperiksa baik motif maupun peruntukannya.

 
Publik pun mesti tahu mengapa dan apa urgensi dari keputusan tersebut. Pemkab bukan saatnya lagi fokus semata pada strategi mengamankan kekuasaan dan kepentingan baik kepentingan diri maupun kelompok. Kita memanggil kembali kesadaran Pemkab dan instansi-instansi terkait untuk tetap dan terus fokus pada kepentingan rakyat banyak. Rakyat TTU rasanya tidak tertarik melihat para pemimpinnya menggunakan mobil-mobil atau fasilitas mentereng. Rakyat hanya butuh pemimpin yang bekerja buat rakyat.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz