Jumat, 20 April 2018 | 17:01
Untitled-1 copy

Kadis PU Diminta Jujur

KADIS PU Provinsi NTT Andre Koreh diimbau untuk jujur dan tidak ambivalen dalam menyikapi sinyalemen 14 paket proyek siluman DPRD Provinsi NTT di PU Provinsi yang diungkapnya sendiri di hadapan Dewan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV, Senin (23/3) lalu.

 
Disebut ambivalen karena, saat itu secara tegas Andre mengungkapkan bahwa ada puluhan proyek yang tidak tahu dari mana asalnya masuk di dinas yang dia pimpin. Namun, pada jumpa pers Jumat (10/4), TAPD Pemprov NTT menegaskan tidak ada proyek siluman.

 
Demikian penegasan Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT Viktor Lerik kepada VN, Kamis (24/5) menyikapi tudingan Andre Koreh soal paket-paket proyek siluman  di hadapan
Komisi IV Senin (23/3) lalu yang telah melukai Dewan Provinsi secara keseluruhan. “Ini namanya dia (Andre Koreh) sudah lempar Dewan dengan batu, lalu sembunyi tangan.

 

Kalau memang ada proyek titipan, segera sampaikan secara terbuka. Buka saja, jangan habis teriak lalu lari sembunyi,” ungkap Veki. Dia meminta jika Andre Koreh ingin mengikuti jejak Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai whistle blower membuka kedok permainan proyek di Dewan Provinsi, jangan maju mundur.

 
“Kalau mau jadi seperti Ahok, harus gentle. Tirulah Ahok, apa yang sudah diucapkan, pantang dicabut kembali. Ludah jangan dijilat kembali. Itu baru namanya whistle blower,” tegas Veki. Dia menambahkan, selama ini dalam rapat-rapat Andre Koreh tampil bak malaikat yang tidak pernah bersalah.

 

Bahkan, dalam RDP dengan Komisi IV lalu, Andre Koreh sendiri mengatakan bahwa proyek-proyek siluman tersebut sulit dilaksanakan karena tanpa memiliki perencanaan. “Lalu kenapa di media beberapa hari lalu, ngomong kalau 14 paket proyek tersebut sudah ditenderkan. Ada apa sebenarnya,” bebernya.

 
Bagi Veki, apa yang disampaikan ini didasari pada fakta bahwa penuturan Andre Koreh di hadapan Komisi IV soal proyek siluman Dewan dan sudah dipublikasikan media, sangat mencederai hati nuraninya. “Saya tegaskan sekali lagi. Saya tidak peduli siapa di dalam Dewan yang mau main proyek. Itu urusan pribadi mereka. Tapi yang membuat hati saya bergetar, penuturan Andre Koreh telah membangun opini publik bahwa semua anggota Dewan Provinsi buat proyek siluman.

 

“Saya tegaskan sekali lagi. Saya tidak peduli siapa di dalam Dewan yang mau main proyek. Itu urusan pribadi mereka. Tapi yang membuat hati saya bergetar, penuturan Andre Koreh telah membangun opini publik bahwa semua anggota Dewan Provinsi buat proyek siluman. Ini yang saya tidak bisa terima,” ujarnya berapi-api.

 
Anggota Komisi IV lainnya Jefry Unbanunaek menambahkan, apa yang disampaikan Andre Koreh memiliki tingkat kebenaran 100 persen. Karena tidak pernah ada seorang Kadis berani mengutarakan secara terbuka bahwa ada proyek di dinasnya tidak jelas atas usulan Dewan.

 

Namun, lanjut Jefry, Andre Koreh harus berani menyebutkan di mana dan Dewan siapa yang usulkan itu proyek. “Ini yang perlu diclearkan agar ke depan dalam mengisi pembangunan di NTT tidak ada lagi proyek-proyek siluman. Atau ada usulan proyek tanpa perencanaan dan pembahasan di Dewan,” tambahnya.

 
Kadis PU Andre Koreh yang dikonfirmasi ke ponselnya kemarin petang, tidak merespons. Begitupun ketika dikontak semalam, ponselnya tidak aktif lagi. Sudah Diklarifikasi
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Alex Ofong menjelaskan, DPRD Provinsi secara kelembagaan telah melakukan klarifikasi bersama TA PD Pemprov dan Kadis PU NTT dalam rapat pimpinan tanggal 10 April lalu dan hasil klarifikasi itu sudah jelas bahwa tidak ada proyek siluman di dalam tubuh Dewan.

 
“Bahkan telah melewati proses mekanisme pembahasan baik di tingkat komisi, Banggar, serta persetujuan paripurna. Sehingga tidak ada itu proyek siluman Dewan,” bebernya.
Wakil Ketua Dewan lainnya, Nelson Matara yang dikonfirmasi semalam enggan menjawab dan menutup teleponnya.

 

Beberapa saat kemudian, Nelson mengirimkan SMS bahwa dia tidak bersedia memberikan komentar terkait kebenaran proyek-proyek siluman di Dewan. Wakil Ketua Gabriel Beribina pun menolak berkomentar. Ia mengatakan akan memberikan penjelasan hari ini di kantor. (tia/yan/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz