Jumat, 20 April 2018 | 16:59
22

Kades Nitunglea Dipolisikan Pengungsi

SEBANYAK 27 kepala keluarga (KK) di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue yang terdaftar sebagai warga yang terkena dampak letusan Gunung Api Rokatenda, akan melaporkan Kades Nitunglea kepada polisi. Alasannya, Kades membagikan rumah kepada keluarganya yang bukan penduduk Desa Nitunglea yang berada di Kalimantan, Malaysia, dan di Riung Kabupaten Ngada.

 
Dalam rapat klarifikasi yang dihadiri 27 KK korban Rokantenda yang tidak mendapatkan jatah rumah bantuan, Kepala Desa Nitunglea Markus Mego, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, di kantor BPBD, Selasa (7/4), terungkap ada sekitar enam KK warga “asing” yang menikmati bantuan tersebut.

 
Kepala Desa Nitunglea Markus Mego dihadapan Kepala BPBD Sikka Sil Tibo dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Bakri Kari membantah kalau dirinya membagi rumah kepada warga luar Palue. Bahkan, para pendukungnya yang ikut menonton dari balik jendela kantor BPBD berteriak, bahwa kesalahan tersebut adalah tanggung jawab BPBD Sikka.

 
“Saya tidak bagi rumah kepada yang bukan warga Palue. Semua yang mendapatkan bantuan rumah tersebut adalah warga Palue. Terkait 27 warga yang tidak dapat, semua mereka saya kenal, tetapi mereka tidak ada di Palue saat pendataan,” kata Markus.

 
Mendengar penjelasan Kades, Sil Tibo kembali meminta penegasan apakah 27 KK tersebut benar warga Desa Nitunglea atau tidak. Namun, Markus dengan diplomasi mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui persis terkait hal itu. “Saya bingung, kan BPBD yang bagi rumah kenapa tanya kepada saya? Saya bagi rumah berdasarkan persetujuan tim verifikasi BPBD Sikka, jadi tolong hadirkan tim verikasi di sini,” katanya.

 
Rapat klarifikasi tersebut setelah 27 KK korban Rokatenda yang tidak mendapatkan rumah bantuan, dua kali melayangkan somasi kepada Kepala Desa Nitunglea, yang pertama pada tanggal 10 Maret dan somasi yang kedua pada tanggal 25 Maret, yang isinya memperingatkan dan meminta klarifikasi terhadap enam KK penerima bantuan rumah yang bukan warga Palue.

 
Dami Wera yang turut mendampingi 27 KK mengatakan, dirinya merasa prihatin atas sikap Kepala Desa Nitunglea, sehingga dirinya membuat tim untuk mencari data dan fakta terkait enam KK yang bukan warga Palue tetapi mendapatkan rumah bantuan dari pemerintah.

 
“Setelah ditelusuri, ternyata saudari Kepala Desa Nitunglea Siti Kadijah yang nikah dengan orang Riung, yang sudah memiliki KTP Riung dibuatkan Kartu Keluarga dan KTP baru pada tahun 2013, hanya untuk mendapatkan bantuan rumah tersebut. Saya tidak benci kepada siapapun. Semua warga Palue adalah saudara saya. Saya tidak ada rasa kecemburuan di antara warga Palue, sehingga saya layangkan somasi untuk meminta klarifikasi kepala desa,” kata Dami Wera.

 
Kepala BPBD Sikka Sil Tibo menjelaskan, tim verifikasi BPBD segera turun langsung mendata pengungsi tersebut di lokasi pengungsian juga meminta laporan secara resmi dari kepala desa terdampak bencana Rokatenda terkait data warganya yang menjadi korban pengungsi. Usai rapat klarifikasi di kantor BPBD, Dami Wera bersama 27 KK tersebut, langsung menuju Polres Sikka untuk konsultasi dengan Kapolres Sikka. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz