Sabtu, 21 April 2018 | 19:18
43

Jembatan Wae Donkong Ambruk Dilanda Banjir

JEMBATAN Wae Donkong di Kampung Sok Rutung, Desa Pantar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ambruk disapu banjir, akibat hujan deras selama dua jam melanda wilayah itu, Sabtu (25/4). Ambruknya Jembatan Wae Donkong diduga akibat penambangan Galian C yang beroperasi di Kali Wae Dongkong.

 

Sebab, batu-batu yang berada di sungai sebagai penyanggah derasnya aliran air saat hujan, dikeruk Catar Wulang yang diduga milik oknum anggota DPRD Mabar. Akibat ambruknya jembatan tersebut, arus kendaraan yang menghubungkan lima desa di wilayah tersebut lumpuh total. Desa yang terkena dampak di antaranya Desa Macang Tanggar, Golo Pongkor, Tiwu Nampar,  Werloka, dan Cempang Longgo.

 
Warga Sok Rutung terpaksa membangun jembatan ala kadarnya yang terbuat dari kayu beralaskan drum aspal, agar sepeda motor para perawat yang bertugas di Pustu Desa Golo Pongkor bisa melintas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Disaksikan VN, Senin (27/4), sejumlah warga berbondong-bondong mengangkat kayu agar bisa terbentuknya jembatan darurat.

 
Fransiskus Anggal, warga Sok Rutung mengaku jembatan Wae Donkong sudah sejak beberapa bulan terahkir menunjukkan tanda-tanda akan jebol. “Banyak truk pengangkut batu melintasi jembatan ini. Pas hujan deras,  Sabtu (25/4), jembatan ambruk,” katanya.

 
Kepala Desa Pantar Hendrikus Ali Kali berang dengan CV Catar Wulang yang melakukan penambangan galian C di areal jembatan. Sejak beroperasi beberapa tahun lalu sampai saat ini, pemilik CV Catar Wulang mendapat perlawanan dari masyarakat. “Saya memang tidak berani melawan karena pemilik perusahaan itu pejabat politik di Mabar,” katanya.

 
Menurutnya, masyarakat setempat sudah meminta kepada Bupati Mabar, agar pengelolaan tambang galian C di areal Sungai Dongkong dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Ada tiga kelompok masyarakat yang mengajukan izin penambangan, namun pemerintah tidak memberi izin.

 
“Tujuan masyarakat mengelola sendiri, untuk tetap menjaga batu-batu yang tidak boleh diambil. Selain itu, kalau mereka kelola sendiri, pasti mereka jaga jembatan ini agar tidak tergerus banjir. Namun, niat masyarakat tidak disetujui Bupati,” kata Kades.

 
Anggota DPRD Mabar Blasius Janu yang mendatangi lokasi bersama anggota Dewan lainnya menyanyangkan sikap Pemkab Mabar yang melakukan pembiaran terhadap penambangan galian C di Sungai Donkong.

 
”Beberapa bulan lalu DPRD sudah sampaikan agar jembatan ini segera diperbaiki. Namun tidak respons Pemkab. Jelas ini ada kaitannya dengan penambangan Galian C di sungai ini. Besok kita akan panggil Dinas PU dan segera perbaiki jembatan ini,” kata Janu. (nan/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz