Jumat, 20 April 2018 | 17:02
031

Jemaat Imanuel Kolhua Ikut Lomba Desain Salib

MEMAKNAI pengorbanan Yesus yang rela disalib untuk menebus dosa umat manusia, Gereja Imanuel Kolhua, Kota Kupang, menggelar lomba menghias salib, Minggu (5/4). Lomba tersebut juga untuk menyemarakkan perayaan Paskah. Ketua panitia lomba, Titus Bistolen menjelaskan, lomba menghias atau mendesain salib diikuti oleh delapan rayon di Gereja Imanuel Kolhua dan
tiga rayon dari Jemaat Ebenhaezer Iungboken.

 

Menurutnya, lomba tersebut mendapat sambutan positif. Dari lomba itu pula, dapat dilihat gotong royong jemaat dalam bekerja dan menyiapkan atribut yang didapat dari sumbangan jemaat
setiap rayon. Titus menyampaikan bahwa lomba menghias salib memiliki tiga makna. Pertama, Yesus menunjukkan jati dirinya sebagai anak yang taat kepada Allah hingga rela mengorbankan
diri untuk disalibkan.

 

Kedua, Yesus menjadi perantara umat manusia dengan Allah. Ketiga, kekurangan dalam kegiatan itu menjadi motivasi bagi jemaat untuk berbenah diri, sehingga makna salib selalu ada dalam
berkeluarga, berjemaat, dan bermasyarakat. Dia menambahkan, pemenang lomba akan diumumkan 15 April mendatang bertepatan dengan perayaan ulang tahun Gereja Imanuel Kolhua.

 
Ketua dewan juri, Pendeta Emeritus Antonia Nalle mengatakan, dasar penilaian adalah harmonisasi antata kreativitas dan estetika. “Artinya bahwa dalam desain ada objek utama dan ada objek pendukung yang menjadi pusat perhatian, sehingga orang melihat salib. Dan bagaimana harmonisasi antara objek utama dan objek pendudkung yang ada di salib itu,” katanya.

 
Selain itu, juga dilihat estetika dan pesan yang disampaikan ketika orang melihat salibt yang dibuat. “Dalam desain tersebut pesan apa yang akan didapat oleh orang yang melihat karya itu?” tambah Pendeta Antonis. Koordinator desain salib Rayon III Gereja Imanuel Kolhua Kornalius Bistolen menjelaskan, pihaknya membuat salib sesuai dengan isi Alkitab. Bahan-bahan yang digunakan juga sederhana, seperti kertas semen, cat kayu, lampu hias, baliho, dan bunga.

 

Semua bahan tersebut diperoleh dari sumbangan jemaat secara sukarela. “Ini juga bagian dari upaya kita untuk memaknai pengorbanan Yesus di kayu salib. Tujuan kita membuat desain ini agar
menarik perhatian orang atau jemaat, sehingga bisa berpikir tentang makna pengorbanan Yesus,” tukasnya. (ayu/R-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz