Jumat, 27 April 2018 | 08:43
46

Jangan Takuti Warga dengan SK Bupati

RATUSAN warga Desa Oenbit, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan aktivis lingkungan mendesak PT Elgary Resources Indonesia (ERI) segera angkat kaki meninggalkan lahan milik masyarakat yang dijadikan lokasi tambang.

 
Pantauan VN, Senin (27/4) di lokasi, sekitar seratus warga yang terdiri dari pemuda, ibu rumah tangga, orang tua, hingga para lansia, untuk kesekian kalinya mendatangi lokasi tambang mangan PT ERI. b Massa berorasi meminta pihak perusahaan segera angkat kaki meninggalkan lahan yang kini dijadikan lokasi tambang.

 
Saat VN meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.30 Wita, masyarakat mulai membangun tenda darurat di gerbang masuk lokasi pertambangan, dan akan menduduki areal tersebut hingga perusahaan tersebut angkat kaki.

 
Tokoh masyarakat Oenbit Gabriel Naikofi mengatakan, PT ERI masuk dan melakukan aktivitas tambang di atas lahan mereka dengan tak beretika, dan tak menghargai keberadaan masyarakat sebagai pemilik lahan. Menurutnyas, PT ERI dan Pemkab TTU tidak menghadirkan perwakilah masyarakat pemilik lahan, tetapi oknum-oknum lain yang mungkin ikut memperoleh keuntungan dari aktivitas tambang tersebut.

 

Jangan Menakuti Aktivis LMND Eman Tabean mengatakan, PT ERI jangan mempermainkan dan menakut-nakuti masyarakat dengan SK Bupati dan undang-undang. Pasalnya, lahan yang kini dijadikan sebagai lokasi tambang merupakan lahan milik masyarakat yang telah dikuasai secara turun-temurun.

 

Perusahaan tersebut melakukan aktivitas tambang tanpa pemberitahuan pada masyarakat sebagai pemilik lahan yang sah dan hanya bertamengkan SK Bupati dan Undang-Undang. “Pemerintah diminta untuk menegakkan aturan dan jangan kukuh mempertahankan perusahaan demi kepentingan sendiri, sementara rakyat dikorbankan,” katanya.

 
Pundi Pilkada  nTokoh Agama Pater Yohanes Kopong mengatakan, aktivitas pertambangan hanya akan meninggalkan bencana untuk masyarakat. Pernyataan yang disampaikan Bupati Raymundus Fernandes dan DPRD Frengky Saunoah bahwa tambang akan mendatangkan PAD hanyalah tipuan belaka.

 
Menurutnya, berdasarkan data ICW, korupsi pertambangan marak terjadi saat proses pelaksanaan Pilkada. Patut diduga kukuhnya Pemkab TTU membela PT Eri karena menjadi donatur dalam hajatan Pilkada.  “Pemimpin jangan menjual masyarakat untuk kepentingannya. Jangan sampai perusahaan tambang ini dipertahankan karena menjadi donor dana Pilkada,” ujarnya.

 
Sementara itu, perwakilan PT ERI Danny Castilio mengatakan, pihaknya masuk dan melaksanakan aktivitas pertambangan sesuai dengan aturan dan berdasarkan SK yang dikeluarkan Bupati TTU. Ia pun mengaku telah melaksanakan seluruh tuntutan adat yang disampaikan oleh sejumlah suku pemilik lahan. “Seperti yang dikatakan Pak Bupati, silahkan tempuh jalur hukum. Kami siap menghadapi proses hukum untuk mengetahui apakan aktivitas tambang yang kami lakukan cacat hukum ataukah tidak,” tantangnya. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz