Jumat, 20 April 2018 | 17:00
FOTO HAL REGIONAL 180415 MANGGARAI copy

Jangan Harapkan Hal Baru dari Orang Lama

MEMBANGUN Manggarai yang baru, harus mengedepankan cara baru dan prioritas baru. Untuk mewujudkan cara baru dan prioritas baru, tentunya membutuhkan orang baru pula.  Hal itu ditegaskan bakal calon Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit dalam sambutannya ketika mendaftar di sekretariat Partai Demokrat Manggarai, Jumat (17/4) siang.

 
“Kalau cara baru dan prioritas baru, orangnya harus orang baru. Jangan harapkan hal baru dari orang lama,” ujar Herry. Bakal calon Bupati yang berpasangan dengan Adolfus Gabur itu menjelaskan, manajemen pembangunan Manggarai tidak bisa mengandalkan logika semata. Ilmu-ilmu baru harus digunakan dalam melihat pembangunan dan menganalisis masalah di daerah itu.

 
Selain itu, pembangunan Manggarai ke depan harus melibatkan semua pihak, termasuk Manggarai diaspora yang tersebar di seluruh pelosok nusantara bahkan dunia. Kaum diaspora mungkin tidak mempunyai uang yang cukup, tetapi minimal memiliki ilmu dan jaringan yang bisa memajukan Manggarai.

 
“Membangun Manggarai bukan hanya oleh segelintir elit yang merasa diri sudah memberi banyak. Mereka yang merasa diri sudah memberi banyak itu saya katakan bahwa mereka juga sudah mendapat banyak,” ujarnya.

 
Ia menambahkan, prioritas baru yang dimaksudkan di antaranya agenda pemerintahan yang belum terselesaikan, minimal di tingkat lokal Manggarai. Di antaranya 65.000 rakyat Manggarai masih miskin dan 2.500 orang menganggur yang sebagian besarnya merupakan penganggur terdidik.

 
Ia mengatakan, Manggarai saat ini membutuhkan figur yang tidak sekadar membanggakan di masa lalu, tetapi orang yang mau belajar dari masa lalu dan berbuat saat ini untuk kebaikan masa depan.  Ia juga yakin, Partai Demokrat akan mengusung paket Herry – Adolf, karena relasinya yang lama terjalin baik dengan partai itu, serta komitmen mereka untuk melanjutkan cita-cita Soesilo Bambang Yudhoyono selaku pendiri Partai Demokrat.

 
“Saya percaya Partai Demokrat akan menjatuhkan pilihan kepada paket Heri-Adolf. Bukan karena adanya hubungan yang terjalin baik di masa lalu tetapi melanjutkan agenda pemerintahan SBY yang belum tuntas minimal di kabupaten Manggarai,” ujarnya.

 
Ketua DPC Partai Demokrat Manggarai Wilibrodus Kengkeng menyampaikan, partainya terbuka untuk semua pihak. Demokrat Manggarai memberikan cita rasa baru dalam perpolitikan daerah itu. Sekretariat Partai Demokrat menjadi tempat berkumpulnya para tokoh yang menjadi kandidat bupati, para pimpinan parpol, dan masyarakat luas untuk berdiskusi tentang banyak hal, termasuk terkait Pilkada Manggarai.

 
Dalam kaitannya dengan Pilkada yang digelar 9 Desember mendatang, partai yang memiliki empat kursi DPRD Manggarai itu memiliki posisi tawar yang strategis. Ia mengibaratkan posisi Partai Demokrat sebagai yoker merah dalam permainan kartu.

 
“Kami ini ibarat yoker merah. Jangan sampai gantung. Kalau daftar di Partai Demokrat, pastikan partai pendukung lainnya. Jangan sampai kami punya yoker merah ini gantung,” ujar Willy.

 
Willy mengingatkan agar Herry Nabit yang menggaet Ketua DPC Partai Hanura Adolfus Gabur sebagai pendampingnya itu untuk memastikan dukungan Partai Hanura. Namun, Willy mengharapkan agar semua kandidat yang mendaftar di partainya untuk memahami esensi demokrasi dan mekanisme di partai itu.

 
Partai Demokrat akan melakukan survei oleh lembaga survei yang kredibel. Hasil survei hanyalah salah satu instrumen untuk menentukan bakal calon Bupati dan Wabup yang akan diusung partai itu. Lebih dari itu, keputusan penentuan paket yang diusung berada di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz